Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Anggota Komisi VIII Derta Rohidin Sambut Positif Tata Kelola Dam Haji 2026
Selasa, 25 November 2025 15:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Golkar, Derta Rohidin, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap wacana Kementerian Haji dan Umrah terkait tata kelola Dam (denda/diyat) Haji 2026 dengan opsi penyembelihan di Indonesia.
“Wacana pemotongan Dam haji di Tanah Air merupakan langkah rasional dan progresif yang harus kita dukung bersama. Ini bukan hanya soal logistik ibadah, tetapi juga wujud kemandirian umat dan peluang besar untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di sektor peternakan,” ujar Derta Rohidin.
Sebelumnya, dalam Rapat Kerja Kementerian Haji dan Umrah dengan Komisi VIII (18/11/2025), Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan Yusuf menjelaskan bahwa pihaknya membuka opsi perbaikan tata kelola Dam Haji 2026 melalui penyembelihan hewan dam di Indonesia.
Skema ini melibatkan Baznas, Badan Pengelola Jaminan Produk Halal (BPJPH), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Pertanian, serta Asosiasi Peternak Domba.
Tujuannya bukan hanya mempermudah jamaah haji, tetapi juga memperkuat ekosistem haji dan ekonomi umat dengan memastikan rantai pasok hewan yang sehat dan terstandar.
Baca juga : Georgia Tawarkan Kemudahan Bisnis, DPD RI Sambut Peluang Kerja Sama Baru
Berdasarkan kuota haji Indonesia tahun 2026 sebanyak 221.000 jamaah, mayoritas jamaah melaksanakan haji tamattu yang mewajibkan pembayaran dam berupa penyembelihan seekor kambing atau puasa 10 hari bagi yang tidak mampu.
Menurut data Kemenag, sekitar 214.567 ekor kambing digunakan untuk kebutuhan dam pada tahun 2024.
Menurut legislator Golkar dari Dapil Bengkulu ini, potensi jumlah hewan dam yang sangat besar merupakan kekuatan ekonomi signifikan.
Jika penyembelihan dialihkan ke Indonesia melalui tata kelola dam yang baru, maka manfaat daging dam yang selama ini terpusat di Arab Saudi dapat didistribusikan langsung kepada mustahik di seluruh Nusantara melalui jaringan Baznas.
“Kolaborasi dengan Baznas memastikan penyaluran daging dam berlangsung sesuai kaidah syariah, tepat sasaran, dan menjangkau wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Ini mengonversi kewajiban ibadah menjadi program pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan,” jelas Derta.
Baca juga : Indra Sjafri Sambut Positif FIFA Match Day Timnas U-23
Agar wacana tata kelola dam ini berjalan efektif dan berkelanjutan, Derta mengusulkan perlunya regulasi khusus yang mengatur secara jelas mekanisme pembayaran dam di dalam negeri.
Ia juga mendorong agar sistem pembayaran dam jamaah dilakukan secara terpusat, baik melalui Baznas maupun lembaga keuangan syariah yang ditunjuk, bekerja sama dengan KBIHU, untuk memastikan kemudahan pelacakan dan akuntabilitas.
Derta Rohidin juga mengusulkan pembentukan Klaster Peternakan Dam Haji (KPDH) dengan melibatkan Kementerian Pertanian di berbagai sentra peternakan di Jawa, Sumatera, dan Banten.
“KPDH harus memiliki standar kualitas ternak yang ketat dan mekanisme pengadaan yang transparan agar peternak dapat menyiapkan stok jauh hari sebelum musim haji,” tegasnya.
Selain itu, Derta menilai kesuksesan tata kelola penyembelihan dam haji membutuhkan optimalisasi teknologi dan peningkatan kapasitas Rumah Potong Hewan (RPH).
Baca juga : RI-Arab Saudi Sepakat Perketat Istithaah Kesehatan Jemaah Haji 2026
Teknologi diperlukan untuk pengelolaan dan pengemasan daging agar daya tahan lebih baik dan distribusi lebih mudah.
Sementara peningkatan kapasitas RPH membutuhkan keterlibatan pemerintah dan swasta, termasuk BPJPH untuk jaminan halal dan BPOM untuk pengawasan standar kesehatan di daerah klaster. Kebijakan ini merupakan manifestasi keberpihakan pemerintah kepada rakyat.
"Dengan sinergi kuat antara Kemenhaj, Baznas, Kementan, dan Komisi VIII DPR RI, kita dapat mewujudkan tata kelola dam haji yang syar’i, sejahtera, dan mandiri untuk 2026 dan seterusnya. Mari jadikan dam haji sebagai motor penggerak ekonomi mustahik dan peternak Indonesia,” tutup Derta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya