Dark/Light Mode

Serap Masukan Publik

Komisi IV DPR Geber Revisi UU Pangan

Jumat, 28 November 2025 06:55 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR Abdul Kharis Almasyhari. Foto: Istimewa
Wakil Ketua Komisi IV DPR Abdul Kharis Almasyhari. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
“Sekarang banyak balai riset yang tidak diberdayakan, termasuk Balai Biogen di Bogor yang menyimpan plasma nutfah unggul. Ini sangat disayangkan,” kritiknya.

Ia juga mendorong diversifikasi pangan berbasis komoditas lokal, termasuk tanaman hutan. Banyak komoditas bernilai ekonomi tinggi yang belum digarap optimal. Indonesia memiliki banyak pangan lokal, seperti sukun, umbi-umbian, hingga korang.

Baca juga : Sejumlah Kepala Daerah Di DIY Gabung Gerindra

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga beras dan memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman. Arahan Presiden Prabowo Subianto, katanya, menjadi fondasi utama Bulog dalam memastikan kemandirian pangan.

“Kemandirian tersebut merupakan salah satu cita besar menuju Indonesia Emas,” ujar Rizal.

Baca juga : Tingkat Keterbukaan Versi KIP, Golkar Dapat Nilai 98,6

Ia menyebut Presiden Prabowo selalu mengingatkan bahwa kemandirian pangan adalah hal paling sentral. Karena itu, Bulog wajib memastikan kebutuhan pokok terpenuhi dengan harga terjangkau dari Sabang sampai Merauke.

Menurutnya, harga gabah di tingkat petani kini berada pada level yang menguntungkan, sehingga kesejahteraan petani meningkat. TIF

Baca juga : Ratu Maxima Puji Program BTN Bayar KPR Pakai Sampah

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Jumat, 28 November 2025 dengan judul "Serap Masukan Publik, Komisi IV DPR Geber Revisi UU Pangan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.