Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ribuan Sekolah Terdampak Banjir Sumatera
Darurat Pendidikan, Utamakan Keselamatan Guru-Anak Didik
Selasa, 2 Desember 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bencana banjir longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ikut berdampak pada dunia pendidikan. Ratusan hingga seribuan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan ringan dan parah.
Anggota Komisi X DPR Habib Syarief Muhammad prihatin atas 1.009 sekolah ikut terdampak banjir di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar). Pemetaan menyeluruh perlu dilakukan agar proses pemulihan berlangsung cepat, tepat, dan berpihak kepada peserta didik.
“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) harus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dalam menangani situasi darurat ini,” kata Habib Syarief dalam keterangannya, Senin (1/12/2025).
Diketahui, berdasarkan data Kemendikdasmen per Minggu (30/11), total 1.009 satuan pendidikan terdampak banjir di tiga provinsi. Yaitu, Aceh 310 sekolah, Sumatera Utara 385 sekolah, dan Sumatera Barat 314 sekolah. Rinciannya, Aceh 57 PAUD, 91 SD, 55 SMP, 65 SMA, 34 SMK, 1 PKBM/SKB, dan 7 SLB. Sumut 76 PAUD, 199 SD, 92 SMP, 11 SMA, 6 SMK, dan 1 SLB. Sumbar 51 PAUD, 63 SD, 71 SMP, 20 SMA, 1 SMK, dan 8 SLB.
Baca juga : BUMN Gercep Bantu Korban Bencana Alam
Habib Syarief melanjutkan, langkah pertama yang paling mendesak adalah memastikan kondisi para guru dan siswa dalam kondisi selamat pascabendana. Hal itu dilakukan sebelum beranjak pada pemetaan infrastruktur pendidikan.
“Kita harus memastikan mereka selamat dan mendapatkan dukungan yang diperlukan. Setelah itu, barulah kita fokus pada kondisi gedung sekolah,” ujar Habib Syarief.
Dia menyebut, banyak sekolah mengalami kerusakan ringan hingga berat. Sehingga, pembersihan dan perbaikan harus segera dilakukan untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap proses pembelajaran.
Selain itu, Habib Syarief meminta Pemerintah untuk mendirikan tenda darurat sebagai ruang belajar sementara. Tujuannya, agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti terlalu lama. Karena anak-anak tetap harus mendapatkan hak pendidikannya.
Baca juga : Dagang Apa Aja Laku, Pengangguran Tinggi
“Jika ruang sekolah belum bisa dipakai, tenda darurat harus didirikan secepatnya,” desak anggota Fraksi PKB ini.
Komisi X DPR, kata Habib Syarief, akan terus mengawal proses penanganan ini dan mendorong percepatan langkah-langkah pemulihan pendidikan di wilayah terdampak.
Sementara, Ketua Tim Pengawas (Timwas) Bencana DPR M. Husni ikut berduka atas musibah banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, bencana banjir kali ini memiliki dampak yang sangat besar karena menimbulkan korban jiwa, kerusakan fasilitas umum, dan kerugian harta benda masyarakat.
Husni mengatakan banjir telah menyebabkan banyak warga harus mengungsi, merusak sekolah, merusak infrastruktur penting, dan mengguncang aktivitas kehidupan masyarakat sehari-hari.
Baca juga : KPK: Ada Kongkalikong Di Pemberian Pembiayaan
“Banjir kali ini amat sangat luar biasa. Menimbulkan korban jiwa, kerugian daripada harta benda. Banyaknya pengungsian, sekolah-sekolah yang rusak, infrastruktur yang hancur, dan lain sebagainya,” ujarnya di Jakarta, kemarin.
Husni menyampaikan doa dan dukungan moral kepada seluruh warga terdampak. Ia berharap masyarakat tetap tabah menghadapi musibah tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya