Dark/Light Mode

Firman Soebagyo: Pengibaran Bendera GAM Bisa Picu Perpecahan

Sabtu, 27 Desember 2025 10:05 WIB
Firman Soebagyo. (Foto: Fraksi Golkar)
Firman Soebagyo. (Foto: Fraksi Golkar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Fraksi Golkar MPR Firman Soebagyo menyayangkan tindakan sekelompok masyarakat yang mengibarkan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di tengah situasi bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.

Firman menilai tindakan tersebut tidak pantas karena berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, terlebih ketika pemerintah dan seluruh elemen masyarakat sedang berfokus pada upaya penanganan dan pemulihan pascabencana.

“Bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara merupakan tragedi kemanusiaan yang membutuhkan solidaritas dan persatuan bangsa. Mengibarkan bendera GAM dalam konteks ini sangat tidak tepat dan dapat memicu perpecahan,” ujar Firman dalam keterangannya yang diterima Rakyat Merdeka, Sabtu (27/12/2025).

Baca juga : Pengibaran Bendera GAM Sarat Provokasi Politik

Menurut dia, bencana alam tidak mengenal batas politik, kelompok, maupun etnis. Oleh karena itu, seluruh pihak seharusnya mengedepankan rasa kemanusiaan, empati, dan kebersamaan dalam membantu para korban.

Firman menegaskan bahwa tindakan mengibarkan simbol-simbol yang berpotensi memunculkan sentimen separatisme justru dapat mengganggu suasana kondusif dan memperkeruh upaya penanganan bencana.

“Solidaritas dan persatuan bangsa menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana. Jangan sampai isu politik atau simbol tertentu dieksploitasi untuk kepentingan yang dapat memecah belah masyarakat,” katanya.

Baca juga : Pakar: Pengibaran Bendera GAM di Aceh Sarat Unsur Provokasi

Ia juga mengingatkan bahwa saat ini pemerintah tengah bekerja keras melakukan mitigasi bencana, pemulihan tempat tinggal, serta perbaikan berbagai fasilitas umum bagi warga yang terdampak musibah. Upaya tersebut, kata dia, membutuhkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat.

Firman mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak memanfaatkan situasi bencana sebagai ajang provokasi atau kepentingan politik tertentu. Ia menegaskan bahwa persatuan nasional harus tetap dijaga demi kepentingan kemanusiaan dan masa depan bangsa.

“Yang dibutuhkan para korban adalah bantuan nyata dan kepedulian bersama, bukan tindakan yang justru berpotensi memecah belah kesatuan bangsa,” tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.