Dark/Light Mode

Cuaca Ekstrem Belum Usai

DPR Minta Semua Waspada

Senin, 29 Desember 2025 06:50 WIB
Anggota Komisi VIII DPR Dini Rahmania. Foto: Istimewa
Anggota Komisi VIII DPR Dini Rahmania. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
"Status itu layak ditetapkan Pemerintah bagi tiga provinsi itu karena parahnya kondisi di sana," kata Nasir dalam keterangannya, Minggu (28/12/2025).

Nasir menegaskan siapa pun yang sudah menengok langsung ke lokasi bencana akan berpendapat serupa. Sebab fakta objektifnya sangat mengerikan dan memilukan siapa pun yang melihatnya secara langsung.

Dengan itu ia meyakini penetapan status bencana nasional akan bermanfaat luas dalam penanganan hingga pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Sehingga tak perlu ada yang menaruh curiga dengan maksud lain di balik penetapan status itu.

Baca juga : Target Indonesia Emas 2045, Gerindra Gaungkan Transformasi Ekonomi

"Penetapan status bencana nasional untuk Sumatera dimaksudkan untuk mempercepat proses pemulihan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi," ujar politikus PKS ini.

Sebenarnya, kata Nasir, Pemerintah tak punya hambatan berarti untuk menetapkan status bencana nasional di Sumatera. Sehingga penetapan status bencana nasional tinggal menunggu waktu saja. "Uang ada, personel ada, aturan juga tersedia," imbuh anggota Komisi III DPR ini.

Terpisah, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani membeberkan kondisi cuaca memasuki periode 29 Desember 2025–1 Januari 2026. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih dapat terjadi di Aceh, Sumut, Bengkulu, dan NTB, disertai potensi angin kencang di beberapa wilayah lainnya.

Baca juga : Kebutuhan Listrik Darurat Lokasi Bencana Terpenuhi

"Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan perjalanan, terutama transportasi laut dan udara yang kerap meningkat saat musim libur panjang," ujar Andri di Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Selain itu, BMKG bersama BNPB terus menggelar operasi modifikasi cuaca di wilayah terdampak bencana, di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Operasi ini terbukti efektif menurunkan intensitas curah hujan antara 12 hingga 20 persen. Sehingga membantu kelancaran evakuasi, pembersihan material banjir dan longsor, serta perbaikan infrastruktur.

“Operasi modifikasi cuaca akan diaktifkan secara adaptif, mengikuti dinamika atmosfer. Tujuannya agar proses pemulihan di lapangan tidak terganggu oleh hujan dengan intensitas tinggi,” tutup Andri. TIF

Baca juga : Pastikan Kondisi Internal Solid, PPP Kepri Sukses Gelar Musyawarah Wilayah

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 7, edisi Senin, 29 Desember 2025 dengan judul "Cuaca Ekstrem Belum Usai DPR Minta Semua Waspada"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.