Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soal Israel Raya, Sukamta Nilai Pernyataan Dubes AS Berbahaya
Rabu, 25 Februari 2026 20:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menilai pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, terkait legitimasi historis Israel atas wilayah luas di Timur Tengah sebagai pernyataan yang berbahaya bagi tatanan hubungan internasional.
Menurutnya, retorika semacam itu berpotensi memicu preseden normatif yang merusak stabilitas kawasan. Terlebih, kawasan Timur Tengah saat ini masih berada dalam situasi geopolitik yang sensitif.
“Kami mencermati dengan serius pernyataan tersebut. Dalam situasi seperti sekarang, pernyataan seperti itu dapat menimbulkan preseden yang berbahaya,” kata Sukamta kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).
Baca juga : Hari Kelima Ramadan, Pramono Klaim Harga Beras, Cabe dan Daging Terkendali
Ia mengaitkan pernyataan tersebut dengan konsep Israel Raya atau Greater Israel yang pernah disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Konsep itu merujuk pada wilayah Israel yang disebut terbentang dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat.
Menurut Sukamta, narasi ekspansionisme yang dibungkus legitimasi sejarah atau agama berisiko meningkatkan ketegangan antarnegara. Hal itu juga berpotensi melemahkan diplomasi dan proses normalisasi di kawasan.
“Kita harus menjaga dunia dari semangat ekspansionisme seperti ini,” tegasnya.
Baca juga : Optimalkan Biaya, Pertamina Hulu Indonesia Raih Penghargaan Best ESG Program
Sukamta menjelaskan, tatanan dunia modern dibangun di atas prinsip kedaulatan dan integritas teritorial. Prinsip tersebut ditegaskan dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menjadi fondasi stabilitas global sejak berakhirnya perang besar dunia.
Ia mengingatkan, jika integritas teritorial mulai dipertanyakan, maka tidak ada kawasan yang benar-benar aman. Oleh karena itu, konsistensi terhadap hukum internasional menjadi hal yang mutlak.
Sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia dinilai harus tetap berpegang pada prinsip tersebut. Setiap penyelesaian konflik, kata dia, wajib berlandaskan hukum internasional dan penghormatan terhadap kedaulatan negara.
Baca juga : Puasa Ramadan, Saatnya Hidup Sehat
“Dunia tidak boleh kembali pada pola klaim sepihak yang berpotensi menyeret kawasan lain ke dalam ketidakstabilan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya