Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Corona Bisa Jadi Peluang Besar bagi Petani, Jangan Impor Pangan
Jumat, 20 Maret 2020 00:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menyikapi kondisi wabah Virus Corona yang meluas, dan potensi dampak besar bagi ekonomi, Wakil Ketua Komisi IV DPR Hasan Aminuddin menilai ada potensi positif bagi sektor pertanian. Karena itu, dia mengharapkan, tidak ada impor pangan yang jor-joran.
"Corona ini peluang besar bagi petani menunjukkan dirinya menjadi pahlawan bagi negerinya. Pangan negeri ini hanya mereka yang mampu siapkan," kata Hasan.
Baca juga : DPD Imbau Pemerintah Minta Bantuan Negara Sahabat
Dia menambahkan, urusan perut tidak bisa ditunda dan diabaikan. Karenanya, semua pihak harus menjaga petani tetap sehat dan mampu berproduksi. “Jangan malah mikir mau impor saat musim panen. Biar ada corona, petani sekarang musimnya panen padi," tegas Hasan.
Menurutnya, bila kita mampu berdiri di atas kaki sendiri dan berproduksi, jangan berpikir impor. Sebab, petani masih mampu. “Kita punya kemampuan besar. Buah-buahan dan sayuran kita lebih segar dan sehat. Kalau kita beli dari petani kita, maka kita juga menggerakkan ekonomi nasional," ucap poltiisi Nasdem ini.
Baca juga : Panik Corona, Pepen Kaji Pembatasan Akses Bekasi Ke Jakarta
Prediksi akan lesunya ekonomi global dan nasional harus disikapi secara positif. Hasan menilai, pemerintah, khususnya Kementan, telah bersiap dengan program terobosan dan insentif bagi petani. Mulai dari benih, pupuk, hingga pembiayaan KUR.
Dirinya mengajak seluruh stakeholder pertanian bersatu melawan virus corona dengan memperkuat pangan nasional. "Dari Indonesia untuk Indonesia sendiri. Jangan mikir impor," tutupnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya