Dark/Light Mode

Di UMS, Eddy Soeparno Ajak Kampus Kolaborasi Percepat Transisi Energi

Rabu, 29 April 2026 13:24 WIB
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno saat berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam rangkaian acara MPR Goes to Campus. (Foto: Dok. MPR RI)
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno saat berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam rangkaian acara MPR Goes to Campus. (Foto: Dok. MPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) meneruskan rangkaian agenda MPR Goes to Campus ke seluruh Indonesia.

Kali ini giliran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi kampus ke-49 dalam rangkaian acara MPR Goes to Campus yang telah dilaksanakan selama hampir 15 bulan.

Di hadapan Rektor dan jajarannya serta 800 lebih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta, Eddy Soeparno menegaskan, bahwa krisis iklim merupakan realitas global yang harus segera ditangani. 

“Dampak krisis iklim bersifat disruptif dan setara dengan disrupsi akibat pandemi, perkembangan kecerdasan buatan, serta dinamika geopolitik global,” ujar Eddy dalam keterangannya Rabu (29/4/2026).

Baca juga : Dewa United Siapkan Taktik Khusus Hadapi Persijap

Waketum PAN ini juga mengungkap masalah lingkungan lainnya yakni persoalan serius terkait sampah dengan produksi mencapai 56 juta ton per tahun, yang sebagian besar belum terkelola secara optimal.

“Darurat sampah sudah melahirkan banyak bencana seperti Bantargebang, Bandung sampai di Denpasar. Sebagai solusi, pemerintah dan saya juga terlibat dalam pembahasan di dalamnya mendorong implementasi kebijakan waste to energy.

"Melalui Perpres 109 Tahun 2025 untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi” ujarnya.

Berkaitan dengan transisi energi, Doktor Ilmu Politik UI ini menjelaskan Indonesia memiliki potensi besar energi terbarukan, namun pemanfaatannya masih jauh dari optimal dibandingkan kapasitas yang tersedia.

Baca juga : Bukan Hanya Urusan Pusat, Pemda Didorong Ambil Peran Dalam Transisi Energi

Lebih lanjut, ia mengungkap adanya paradoks energi di Indonesia, yaitu kaya sumber daya energi namun masih bergantung pada impor untuk kebutuhan tertentu.

“Saya sampaikan paradoks energi ini ke kampus-kampus dengan harapan dan ajakan ayo kolaborasi kita hadirkan riset dan inovasi untuk memaksimalkan potensi sumber daya energi terbarukan di Indonesia yang berlimpah," ujar Eddy.

Menurutnya, dari riset dan inovasi itu kemudian akan diperjuangkan agar menjadi kebijakan untuk memperbesar bauran energi terbarukan.

“Saya percaya dari kampus akan hasil produk-produk riset yang ilmiah dan inovatif untuk kemudian diteruskan menjadi kebijakan yang terukur dan memberi dampak positif untuk masyarakat," ujarnya.

Baca juga : Eddy Soeparno Orasi Ilmiah di Universitas Pattimura Dorong Ketahanan Energi

"Karena bagi saya MPR adalah rumah rakyat sekaligus rumah kolaborasi untuk semua,” pungkas Anggota Komisi XII DPR RI ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.