Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Eddy Soeparno Orasi Ilmiah di Universitas Pattimura Dorong Ketahanan Energi
Kamis, 23 April 2026 14:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno didaulat menyampaikan Orasi Ilmiah dalam rangkaian acara Wisuda dan Dies Natalis ke-63 Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Rabu (23/4/2026).
Di hadapan ribuan wisudawan, Rektor dan jajaran Guru Besar Universitas Pattimura, Doktor Ilmu Politik UI ini menyampaikan orasi ilmiah tentang posisi Indonesia dalam pusaran Disrupsi Global dan tantangan serta peluang bagi kaum muda.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Watubun dan Sekda Provinsi Maluku Ir. Sadali.
Eddy menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada di tengah pusaran disrupsi global yang ditandai oleh perubahan besar di bidang teknologi, kesehatan, geopolitik, dan lingkungan.
Baca juga : Universitas Binawan Gandeng JPMC College of Health Sciences Brunei
Menurut Waketum PAN ini, sejarah mencatat sejumlah momentum besar yang mengubah tatanan dunia, mulai dari revolusi industri, perang dunia, revolusi digital, hingga perkembangan kecerdasan buatan dan pandemi Covid-19.
Saat ini, lanjut Eddy, dunia kembali menghadapi tekanan besar akibat konflik geopolitik, krisis energi, serta ancaman krisis iklim.
"Perlu ditegaskan bahwa disrupsi yang terjadi saat ini memiliki karakter yang jauh lebih cepat, luas, dan berdampak simultan di berbagai sektor," ujar Eddy dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Perang di Timur Tengah dan ketegangan global telah mengganggu rantai pasok energi dan industri. Dampaknya terasa langsung pada kenaikan harga berbagai komoditas, termasuk energi, pangan, hingga transportasi.
Baca juga : Konsolidasi Nasional Mahasiswa, Pemuda Didorong Kawal Kepentingan Rakyat
Eddy juga menyoroti pentingnya ketahanan energi nasional. Ia menilai Indonesia menghadapi dilema energi, energi fosil masih dominan, namun transisi menuju energi bersih tidak bisa ditunda.
“Produksi migas nasional perlu ditingkatkan, tetapi di saat yang sama, transisi energi harus dipercepat. Elektrifikasi, bioenergi, serta pengembangan energi baru seperti hidrogen dan nuklir menjadi bagian dari solusi jangka panjang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eddy menekankan bahwa perubahan global ini juga akan mengubah struktur pasar tenaga kerja. Transisi energi, misalnya, diprediksi akan melahirkan industri hijau dan lapangan pekerjaan baru (green jobs).
Namun, hal ini membutuhkan kesiapan sumber daya manusia. “Reskilling dan upskilling menjadi keharusan. Dunia pendidikan harus terhubung erat dengan kebutuhan industri melalui konsep link and match,” ujarnya.
Baca juga : Temuan Gas Jumbo di Blok Ganal Mantapkan Prospek Ketahanan Energi Nasional
Di akhir paparannya, Eddy mengajak generasi muda untuk tidak melihat disrupsi sebagai ancaman semata, melainkan sebagai peluang untuk berkembang.
“Para pemenang adalah mereka yang mampu beradaptasi cepat, jeli melihat peluang, dan tetap berprestasi di tengah ketidakpastian. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia dan berkontribusi di bidang masing-masing,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya