Dark/Light Mode

Bahas Potensi Pengembangan PLTN

Ketua DPD RI Terima Kunjungan Dirjen Badan Atom Rusia

Kamis, 14 Mei 2026 07:33 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin saat menerima kunjungan Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Atom Federasi Rusia, Rosotom di ruang delegasi Pimpinan DPD RI, Senayan Jakarta, Selasa (13/5/2026). Foto: DPD RI
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin saat menerima kunjungan Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Atom Federasi Rusia, Rosotom di ruang delegasi Pimpinan DPD RI, Senayan Jakarta, Selasa (13/5/2026). Foto: DPD RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin mengatakan, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) untuk memenuhi kebutuhan elektrifikasi Indonesia cukup menjanjikan di tengah tantangan krisis energi fosil.

Hal ini disampaikan Sultan saat menerima kunjungan Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Atom Federasi Rusia, Rosotom, di ruang delegasi Pimpinan DPD RI, Senayan, Jakarta Selasa (13/5/2026).

Menurutnya, energi nuklir merupakan sumber energi bersih yang efisien masa depan yang sesuai dengan tujuan Paris Agreement Dan net zero emission Indonesia.

"Kami mengucapkan selamat datang Dan terima kasih kepada Pemerintah Rusia yang sangat sungguh-sungguh menawarkan kerja sama pengembangan energi nuklir bersama Indonesia," ujar Sultan kepada Dirjen Rosotom Mr. Alevsy Lickchachev bersama rombongan.

Baca juga : Masa Persidangan V, DPR Lanjutkan Pembahasan 4 RUU Krusial

DPD RI, kata Sultan, menyambut baik Dan sangat mendukung kerja sama Pemerintah Indonesia dan Russia antara Presiden Prabowo Subianto Dan Presiden Vladimir Putin dalam segala bidang terutama bidang energi. Terutama dari sisi penyusunan kebijakan Rancangan Undangan-Undang (RUU) energi baru terbarukan.

"Energi nuklir sangat bagus untuk negara kepulauan seperti Indonesia, namun kami memiliki tantangan dan membutuhkan waktu untuk mensosialisakan kepada masyarakat. Karena nuklir cukup sensitif dan sesuatu yang baru di Indonesia," tegasnya.

Dalam pertemuan yang hangat itu, Dirjen Rosotom Alexsy dengan antusias menjelaskan potensi dan strategi pengembangan PLTN, baik secara teknis dan skema pembiayaan.

"Terima kasih, kami merasa terhormat atas sambutan fan peluang kerja sama yang akan kita kembangkan. Kami senang ketua DPD RI sudah sering berdiskusi dengan Dubes Federasi Russia dan Perwakilan Rosotom di Indonesia tentang potensi energi nuklir," terangnya.

Baca juga : DPR Hormati Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal Di Arab Saudi

Orang kepercayaan Presiden Russia dalam agenda pengembangan listrik energi nuklir itu mengatakan, pihaknya ingin segera memulai kerja sama PLTN secara praktis. 

"Kami mengetahui bahwa jumlah penduduk Indonesia adalah terbesar ke 4 dunia, sehingga potensi ekonomi Indonesia terus berkembang, tentunya membutuhkan energi dalam jumlah besar. Karena energi seperti darah dalam ekonomi," ujarnya.

Pihaknya juga mengetahui bahwa Ketua DPD RI memberikan perhatian khusus pada pengembangan potensi energi hijau.

"Kami percaya Indonesia adalah negara kepulauan yang mampu memenuhi energi secara mandiri. Indonesia membutuhkan sumber energi yang stabil Dan berdaulat agar tidak bergantung pada energi dunia," ujarnya.

Baca juga : Bahlil Ungkap Kendala Pengembangan LPG: Bahan Baku Terbatas

Pihaknya mengusulkan, menempatkan PLTN terapung di beberapa wilayah Indonesia. Pihaknya juga telah menyampaikan usulan ini kepada Presiden Prabowo telah memberikan perintah kepada PLN.

"Kami telah bertemu PLN. Oleh Karena itu kami perlu bekerja sama dengan DPD RI untuk mensosialisakan energi nuklir kepada masyarakat Indonesia," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.