Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Panggah Susanto: PSN Wanam Harus Jalan, Demi Ketahanan Pangan Nasional
Jumat, 22 Mei 2026 17:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Golkar, Panggah Susanto menegaskan, proyek cetak sawah baru seluas satu juta hektare di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, harus tetap berjalan. Sebab, proyek itu merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan nasional jangka panjang.
Menurutnya, program tersebut penting untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pangan dan mengurangi ketergantungan impor.
Panggah menyampaikan hal itu di tengah munculnya polemik terkait film "Pesta Babi" yang menyoroti isu pembangunan di Papua Selatan.
“Cetak sawah baru ini penting untuk ketahanan pangan jangka panjang, untuk mengantisipasi kebutuhan pangan yang meningkat dan menghindari ketergantungan pangan dari negara lain,” ujar Panggah, Jumat (22/5/2026).
Baca juga : Beri Kuliah Umum Di Lemhannas, Zulhas Paparkan Program Prioritas Pangan Nasional
Menurutnya, selain pembangunan sawah baru, pemerintah juga perlu mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah ada guna memperkuat ketahanan pangan nasional dalam jangka pendek dan menengah.
“Untuk capaian ketahanan pangan dalam jangka pendek dan menengah, tentu juga harus dilakukan optimalisasi lahan yang ada secara simultan,” katanya.
Panggah menilai, proyek strategis nasional (PSN) di Wanam memiliki peran penting dalam mendukung target swasembada pangan nasional di masa mendatang.
Sebelumnya, film Pesta Babi menggambarkan perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan dalam mempertahankan tanah dan hutan adat dari proyek pembangunan berskala besar.
Baca juga : Beniyanto Dorong Penataan Tambang demi Ketahanan Ekonomi Nasional
Namun, disebutkan bahwa lokasi yang ditampilkan dalam film tersebut bukan bagian dari kawasan PSN cetak sawah di Wanam.
Senada dengan itu, Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai program cetak sawah di Wanam tetap relevan dilanjutkan di tengah tantangan global terkait ketahanan pangan.
“Kebijakan PSN Wanam ini cukup visioner, karena ke depan negara-negara di dunia akan fokus pada isu pangan masing-masing. Kalau sampai Indonesia mengalami defisit pangan, justru itu lebih berbahaya,” kata Iwan, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, program cetak sawah di Wanam diproyeksikan untuk memperkuat kemandirian pangan nasional melalui peningkatan produksi beras, penciptaan lapangan kerja baru di pedesaan, hingga peningkatan pendapatan masyarakat dan petani.
Baca juga : MedcoEnergi Kelola Blok Migas Nawasena, Dukung Ketahanan Energi Nasional
Selain itu, program tersebut juga dinilai dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang selama ini belum produktif.
Terkait isu lingkungan, Iwan meyakini pemerintah telah memiliki kajian serta mekanisme pengawasan sesuai aturan yang berlaku.
“Dalam situasi tekanan global yang berdampak pada kondisi ekonomi Indonesia, kita perlu membangun narasi optimisme dan bukan provokasi,” imbaunya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya