Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Eddy Soeparno Tegaskan Komitmen Prabowo:
Transisi Energi Dan Aksi Iklim Prioritas Pembangunan Nasional
Sabtu, 27 Juni 2026 16:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno, menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mendorong transisi energi dan aksi iklim saat menjadi pembicara dalam South East Asia Climate Forum dalam rangkaian agenda London Climate Action Week.
Dalam forum yang dihadiri para pemangku kepentingan global di bidang iklim dan energi tersebut, Eddy Soeparno menyampaikan refleksi mengenai perjalanan panjang Indonesia dalam sektor energi terbarukan.
Ia mengungkapkan bahwa lebih dari dua dekade lalu, ketika masih berkarier di sektor perbankan, dirinya menghadiri sebuah konferensi yang menyebut Indonesia sebagai negara dengan potensi energi terbarukan terbesar di Asia.
"Yang menarik sekaligus menjadi tantangan bagi kita adalah, 25 tahun kemudian Indonesia masih disebut sebagai negara dengan potensi energi terbarukan terbesar di Asia. Artinya, potensi yang luar biasa tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal," kata dia.
Baca juga : RI Berkomitmen Dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
"Bagi saya, saat ini adalah momentum bagi Indonesia untuk tidak hanya dikenal karena potensinya, tetapi juga karena keberhasilannya memanfaatkan energi terbarukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan," jelas Eddy.
Menurut Anggota Komisi XII DPR RI ini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan transisi energi dan aksi iklim sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis yang bertujuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan pengurangan emisi karbon.
"Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2028. Pada saat yang sama, kami berkomitmen memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus melakukan dekarbonisasi ekonomi untuk mencapai target Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat," jelasnya.
Baca juga : Wamenkop Tekankan Pentingnya Transformasi Digital Dalam Tata Kelola Koperasi
Eddy menegaskan bahwa dekarbonisasi adalah agenda lingkungan sekaligus strategi ekonomi nasional. Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Indonesia menargetkan pembangunan kapasitas pembangkit energi terbarukan hingga 70 gigawatt pada tahun 2040.
Dengan pencapaian tersebut, bauran energi terbarukan nasional diharapkan meningkat dari sekitar 15–16 persen saat ini menjadi lebih dari 35 persen.
"Target ini menunjukkan bahwa Indonesia sepenuhnya serius dalam menjalankan transisi energi. Kami memahami bahwa masa depan pertumbuhan ekonomi yang kuat harus dibangun di atas fondasi energi yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Eddy juga memaparkan perkembangan kebijakan dan legislasi yang sedang disiapkan Indonesia untuk mendukung agenda transisi energi dan aksi iklim.
Baca juga : Adhyaksa Dault: Beri Prabowo Kesempatan Tuntaskan Pembenahan Nasional
Saat ini, pembahasan Undang-Undang Energi Terbarukan telah memasuki tahap akhir. Selain itu, DPR RI juga tengah membahas Rancangan Undang-Undang Aksi Iklim yang akan menjadi regulasi pertama di Indonesia yang secara khusus mengatur isu perubahan iklim secara komprehensif.
Tidak hanya itu, pemerintah dan DPR juga berencana melakukan revisi terhadap Undang-Undang Ketenagalistrikan guna memastikan kerangka regulasi nasional semakin selaras dengan kebutuhan transisi energi yang sedang berlangsung.
"Indonesia sedang membangun fondasi kebijakan yang kuat agar transformasi menuju ekonomi hijau dapat berjalan lebih cepat, memberikan kepastian bagi investor, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang luas bagi masyarakat," tutup Waketum PAN ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya