Dark/Light Mode

Nama Norman Joesoef Mencuat, DPR: Nonmiliter Berpeluang Jadi Wamenhan

Minggu, 9 Agustus 2026 11:13 WIB
Foto: Fraksi Golkar DPR.
Foto: Fraksi Golkar DPR.

RM.id  Rakyat Merdeka - Nama pengusaha muda Norman Joesoef mencuat dalam bursa calon Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan). Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai figur dari kalangan nonmiliter tetap memiliki peluang untuk mengisi posisi tersebut.

Dave mengatakan, latar belakang militer maupun nonmiliter tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran dalam menentukan sosok yang layak menduduki jabatan Wamenhan.

“Apabila nantinya posisi tersebut diisi oleh sosok dari kalangan nonmiliter, saya kira hal itu tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang otomatis menimbulkan gesekan dengan TNI. Selama pembagian tugas dan kewenangan jelas, komunikasi berjalan baik, serta seluruh pihak bekerja dalam kerangka kebijakan pertahanan yang sama, sinergi dapat berjalan secara profesional,” kata Dave, Sabtu (8/8/2026).

Menurut dia, posisi Wamenhan membutuhkan figur yang memiliki kompetensi, pengalaman, pemahaman terhadap isu strategis pertahanan, serta kemampuan membangun koordinasi yang baik.

Baca juga : Dave Laksono: Ini Langkah Positif Lindungi Konsumen

“Menurut saya, latar belakang militer maupun nonmiliter tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran. Posisi Wakil Menteri Pertahanan membutuhkan kompetensi, pengalaman, pemahaman terhadap isu strategis pertahanan, serta kemampuan membangun koordinasi yang baik,” ujarnya.

Dengan kapasitas tersebut, kata Dave, seorang Wamenhan dapat menjalankan tugas secara efektif dan memberikan dukungan optimal kepada Menteri Pertahanan, terlepas dari latar belakang profesinya.

“Yang utama adalah menjaga soliditas dan menempatkan kepentingan pertahanan negara di atas kepentingan lainnya,” imbuhnya.

Meski demikian, Dave menegaskan bahwa keputusan mengenai sosok yang akan mengisi posisi Wamenhan sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga : Dave Laksono: Positif Buat Tingkatkan Kepatuhan Pajak

Karena itu, dia meminta publik tidak mendahului proses yang masih berjalan dan menunggu keputusan resmi dari Presiden.

“Terkait wacana pengisian posisi Wakil Menteri Pertahanan, menurut saya, hal tersebut merupakan bagian dari kewenangan Presiden dalam menentukan susunan dan kebutuhan kabinet,” ungkapnya.

“Karena itu, kita perlu menunggu keputusan resmi dan tidak mendahului proses yang masih berjalan. Yang terpenting, siapa pun yang nantinya dipercaya harus memiliki kapasitas untuk menjawab kebutuhan organisasi dan memperkuat pelaksanaan kebijakan pertahanan nasional,” pungkas Dave.

Nama Norman Joesoef belakangan mencuat dalam wacana pengisian posisi Wamenhan. Norman dikenal sebagai pengusaha yang berkecimpung di sektor industri pertahanan.

Baca juga : Komisi I DPR Bahas Laporan Keuangan Kemhan dan TNI

Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai sosok yang akan dipercaya Presiden untuk mengisi posisi tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.