Dark/Light Mode

DPR Dorong Pembentukan Badan Khusus Tangani Karhutla

Jumat, 4 September 2026 09:33 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo. (Foto : Dpr.go.id)
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo. (Foto : Dpr.go.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mendorong pemerintah membentuk badan khusus yang memiliki kewenangan terintegrasi untuk menangani pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Firman, penanganan karhutla selama ini masih dilakukan secara parsial. Kondisi tersebut diperparah dengan sulitnya koordinasi lintas sektor, sehingga diperlukan kelembagaan khusus yang mampu bekerja lebih terkoordinasi dan responsif.

Hal itu disampaikannya saat Komisi IV DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung, Kamis (3/9/2026).

Firman mengatakan, penguatan kelembagaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan teknologi serta ketersediaan sarana pemadaman. Dengan begitu, setiap titik api dapat segera dideteksi dan ditangani sebelum meluas.

Baca juga : Pesawat Tempur F-16 Diterjunkan Cek Karhutla

“Kalau tadi menurut pengakuan yang ada adalah memang mereka masih jauh dari apa yang diharapkan. Sifatnya ini masih sangat-sangat parsial dan memang koordinasi lintas sektoral ini sangat sulit. Oleh karena itu ke depan kami juga mengimbau kepada pemerintah agar dibentuk badan khusus untuk penanggulangan pencegahan terhadap pembakaran,” ujar Firman.

Ia menilai Indonesia dapat mempelajari pola penanganan karhutla yang diterapkan sejumlah negara, termasuk Brasil dan China. Menurutnya, keberadaan badan khusus dapat memperkuat koordinasi sekaligus membuka peluang kerja sama internasional dalam menjaga kawasan hutan.

“Ini seperti di negara-negara yang sudah saya sampaikan, seperti di Brasilia itu ada Ibama, seperti di China juga ada. Oleh karena itu ini yang lebih cara-cara sepertinya yang lebih diikuti oleh Indonesia,” katanya.

Selain pembenahan kelembagaan, Firman menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mempercepat proses deteksi dan pemadaman kebakaran.

Baca juga : Firman Soebagyo: Segera Keluarkan Stok Beras Di Gudang Bulog

Ia mendorong pemerintah memiliki helikopter yang selalu dalam kondisi siap operasi sehingga dapat langsung dikerahkan untuk melakukan water bombing ketika sistem pemantauan mendeteksi adanya titik api.

“Kalau di negara-negara yang maju, yang hutannya memang seperti Indonesia, itu menandakan kita harus punya helikopter yang ready. Yaitu helikopter yang ready dengan water booming,” ungkapnya.

Pemanfaatan drone, lanjut Firman, juga dapat menjadi bagian dari sistem pemantauan karhutla. Teknologi tersebut dapat diintegrasikan dengan sistem berbasis GPS sehingga lokasi titik api dapat diketahui secara cepat untuk kemudian ditindaklanjuti melalui operasi udara maupun penanganan di lapangan.

Di sisi lain, Firman menyoroti aturan yang masih memberikan ruang bagi pembakaran lahan dengan alasan kearifan lokal. Menurutnya, ketentuan tersebut perlu dievaluasi karena berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.

Baca juga : Warga Harus Waspada, Selalu Cek Listrik Rumah

“Karena itu saya mengusulkan agar kearifan lokal pembakaran hutan 2 hektare itu dicabut. Karena itu sangat berisiko tinggi. Karena ini ternyata bukan untuk masyarakat di sekitar hutan atau masyarakat tradisional. Tapi ternyata masyarakat-masyarakat yang tidak paham aturan hukum dimanfaatkan oleh pengusaha besar untuk membakar lahan,” tegasnya.

Firman juga mendorong peningkatan kerja sama internasional dalam upaya mencegah karhutla. Pasalnya, dampak kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga dapat memengaruhi negara-negara tetangga.

Menurutnya, negara yang turut terdampak maupun memiliki hubungan ekonomi dengan komoditas yang dihasilkan Indonesia perlu didorong untuk ikut berkontribusi dalam upaya pencegahan karhutla.

“Jadi pencegahan itu jauh lebih bagus daripada kita melakukan tindakan seperti sekarang ini,” pungkas Firman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.