Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Si Jago Merah Kerap Amuk Jakarta Saat Kemarau
Warga Harus Waspada, Selalu Cek Listrik Rumah
Jumat, 4 September 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rentetan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta sepanjang Agustus lalu, menjadi alarm bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan masyarakat. Di tengah cuaca panas dan kering, kewaspadaan terhadap korsleting listrik dan potensi kebakaran perlu ditingkatkan.
Cuaca panas dan udara kering pada musim kemarau, meningkatkan risiko kebakaran. Pada saat yang sama, korsleting listrik masih menjadi salah satu pemicu utama kebakaran di Jakarta.
Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta William Aditya Sarana meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
“Khususnya Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI, perlu meningkatkan kewaspadaan di tengah-tengah rentetan kebakaran yang terjadi beberapa waktu belakangan ini,” kata William, Minggu (30/8/2026).
Baca juga : Klub Inggris Belanja Gila-Gilaan, Ipswich Gilas Madrid
Menurut William, faktor cuaca menjadi salah satu yang perlu diwaspadai. Musim kemarau membuat kondisi lingkungan lebih panas dan kering, sehingga api lebih mudah berkobar dan menyebar.
Namun, cuaca bukan satu-satunya ancaman. William juga menyoroti persoalan teknis, terutama instalasi listrik yang tidak baik, serta minimnya sistem keamanan kebakaran.
“Sehingga, bisa mengakibatkan korsleting dan memulai kebakaran. Ini banyak terjadi di berbagai kasus kebakaran belakangan ini,” ucap Anggota Komisi A DPRD DKI tersebut.
William mendorong Jakarta belajar dari negara lain dalam mencegah kebakaran akibat korsleting. Dia mencontohkan, Singapura yang mewajibkan penggunaan alat pemutus aliran listrik, sebagai salah satu sistem pengamanan.
Baca juga : NOC Salah Input Susunan Pemain Bulu Tangkis RI
“Mungkin kita juga perlu mulai bicara untuk mewajibkan masyarakat memasang alat pemutus aliran listrik, demi mencegah terjadinya korsleting secara otomatis. Jika hal itu bisa dilakukan, maka mengurangi risiko kebakaran akibat korsleting,” paparnya.
Selain pencegahan dari sisi instalasi listrik, William meminta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI mengecek kembali kesiapan hidran di seluruh Jakarta.
“Apakah hidran air kita sudah mencakup seluruh sudut Jakarta. Karena, ini merupakan infrastruktur penting yang bisa digunakan untuk mempercepat proses pemadaman api dan pendinginan. Di mana, hal itu dapat menyelamatkan nyawa banyak orang,” tegasnya.
William pun mengingatkan, kewaspadaan jangan hanya dibebankan kepada Pemprov DKI. Warga juga harus aktif memastikan kondisi lingkungan dan peralatan listrik di rumah masing-masing aman.
Baca juga : Tak Naikkan Tarif Listrik & BBM Subsidi, Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
“Kalau ada yang sudah tidak dipakai, copot saja kabelnya. Hal seperti ini memang terlihat kecil, tapi bisa menyelamatkan nyawa kita,” saran dia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya