Dark/Light Mode

Pagelaran Langen Tayub Pacitan Catatkan Rekor MURI Peserta Terbanyak

Minggu, 1 November 2026 07:27 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI, Heri Herawan saat sambutan dalam acara Pagelaran Rakyat Tarian Langen Tayub yang digelar di Stadion Wijaya Krida, Pacitan, Rabu (28/10/2026). Foto: MPR RI
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI, Heri Herawan saat sambutan dalam acara Pagelaran Rakyat Tarian Langen Tayub yang digelar di Stadion Wijaya Krida, Pacitan, Rabu (28/10/2026). Foto: MPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI, Heri Herawan menyampaikan bahwa Pagelaran Rakyat Tarian Langen Tayub yang diikuti lebih dari 5.000 penari dari berbagai kecamatan di Pacitan berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai pagelaran tari tayub dengan peserta terbanyak.

"Alhamdulillah, Pagelaran Langen Tayub ini berhasil mencatatkan rekor MURI. Namun selain sebagai upaya pencatatan rekor, kegiatan ini juga menjadi metode memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya," ungkap Heri saat memberikan sambutan dalam acara yang digelar di Stadion Wijaya Krida, Pacitan, Rabu (28/10/2026).

Heri menambahkan, esensi dari kegiatan ini adalah memberikan ruang apresiasi bagi para pelaku seni budaya lokal, sekaligus membuka peluang pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Baca juga : Hari Renang Sedunia, Atlantis Ancol Bidik 2 Rekor MURI

Acara yang diinisiasi oleh Wakil Ketua MPR RI, Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat yang hadir dan terlibat langsung.

"Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud pelestarian seni dan budaya daerah, tetapi juga diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi seniman tradisional di daerah lain," lanjut Heri.

Acara ini dibuka langsung oleh Mas Ibas dan turut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Pacitan, Ketua DPRD Pacitan, tokoh masyarakat, pelaku seni budaya, serta Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI, Budi Muliawan.

Baca juga : BCA Digital Luncurkan Buku Literasi Keuangan

Dalam kesempatan tersebut, Heri juga mengajak semua pihak untuk memaknai Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Ia mengingatkan kembali momen 98 tahun lalu saat para pemuda dari berbagai wilayah Nusantara berikrar untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan melalui satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia.

Melalui momentum ini, Heri berharap nilai-nilai kebersamaan, persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya bangsa dapat semakin tumbuh mengakar di tengah masyarakat.

Hal ini sejalan dengan filosofi dari tayub itu sendiri, yaitu ditata ben guyub, yang bermakna diatur agar tercipta kerukunan, kebersamaan, dan keakraban.

Baca juga : Heri Herawan: Pengelolaan Konflik Kepentingan Perkuat Tata Kelola Setjen MPR RI

"Kita berharap kesenian tradisional semakin mendapat tempat di hati masyarakat, menjadi kebanggaan daerah, serta menjadi pilar kekuatan bagi kebudayaan nasional," pungkas Heri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.