Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Alfons Manibui: Kebutuhan Listrik Nasional Harus Diutamakan Sebelum Ekspor
Rabu, 4 November 2026 13:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rencana ekspor listrik ke negara lain dinilai tidak boleh mengesampingkan kebutuhan energi di dalam negeri.
Pemerintah harus memastikan pasokan listrik bagi masyarakat dan industri nasional terpenuhi sebelum membuka keran ekspor.
Hal tersebut ditegaskan Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Alfons Manibui, yang mendukung langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprioritaskan kebutuhan listrik nasional.
Menurut Alfons, kebijakan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional sekaligus menjamin ketersediaan listrik untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan industri.
“Listrik merupakan kebutuhan strategis yang menentukan keberlangsungan pembangunan dan aktivitas ekonomi nasional. Karena itu, sudah tepat apabila pemerintah memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan industri dalam negeri terpenuhi terlebih dahulu sebelum membuka peluang ekspor,” ujar Alfons di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Baca juga : Dukung Bahlil, Jamaludin Malik: Ekspor SDA Harus Langsung ke Negara Tujuan
Legislator dari daerah pemilihan Papua Barat itu menilai langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengkaji kembali rencana ekspor listrik perlu didukung dengan perhitungan kebutuhan energi nasional secara menyeluruh.
Terlebih, Bahlil pada Senin (2/11/2026) kembali menegaskan bahwa Indonesia belum akan mengekspor listrik dalam waktu dekat karena masih membutuhkan pasokan untuk memenuhi kepentingan domestik.
Bahlil juga menekankan bahwa ekspor hanya dapat dilakukan apabila harga yang disepakati memberikan keuntungan bagi Indonesia.
Di sisi lain, perkembangan industri digital, termasuk pembangunan pusat data (data center), diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan listrik secara signifikan.
Sektor tersebut bahkan diproyeksikan membutuhkan pasokan listrik hingga 20 gigawatt (GW).
Baca juga : Ingatkan Perusahaan, Dewi Yustisiana: Blok Migas Jangan Dibiarkan Menganggur
“Pertumbuhan industri digital dan investasi membutuhkan pasokan listrik yang besar, andal, dan kompetitif. Ini menunjukkan bahwa pasar energi dalam negeri memiliki potensi yang sangat besar. Pemerintah perlu memastikan pengembangan kapasitas pembangkit dan jaringan transmisi mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan tersebut,” tegasnya.
Alfons menekankan, prioritas pemenuhan kebutuhan domestik juga harus dibarengi dengan percepatan pemerataan akses listrik, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil, terluar, dan kepulauan.
Menurutnya, penguatan ketahanan energi tidak cukup hanya dengan menjamin pasokan listrik bagi kawasan industri.
Pemerintah juga harus memastikan seluruh masyarakat Indonesia memperoleh layanan listrik yang layak dan berkelanjutan.
“Kita tidak boleh hanya berbicara tentang kebutuhan listrik industri besar, sementara masih ada masyarakat di berbagai daerah yang belum menikmati listrik secara memadai. Pembangunan sektor ketenagalistrikan harus berjalan beriringan antara mendukung investasi, meningkatkan daya saing ekonomi, dan mewujudkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Baca juga : BPS: Ekspor Nonmigas September 2026 Tumbuh 12,39%, Ditopang Industri Pengolahan
Lebih lanjut, Alfons mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
Ia menegaskan, peluang ekspor listrik tetap dapat dikembangkan sepanjang kebutuhan domestik telah diperhitungkan secara matang, harga yang disepakati menguntungkan Indonesia, serta memberikan manfaat ekonomi optimal bagi negara.
“Komisi XII DPR RI akan terus mendorong penguatan infrastruktur kelistrikan nasional agar kebutuhan masyarakat dan industri terpenuhi. Prinsipnya, kekayaan sumber daya energi Indonesia harus terlebih dahulu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya