Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta Badan Kepegawaian Negara (BKN) menjelaskan kepada masyarakat kronologis 97 ribu pegawai negeri sipil (PNS) misterius atau tidak jelas keberadaannya namun mendapatkan gaji dan iuran pensiun. Bamsoet, sapaan akrab Bambang, meminta hal itu sebagai respons dari BKN yang mengungkapkan temuan mereka pada 2014 tentang sebanyak 97 ribu database PNS yang tidak jelas keberadaannya namun mendapatkan gaji dan iuran pensiun.
Baca juga : Ternyata, Ini Asal-usul Senjata Milik KKB
"Saya meminta BKN bersama Kepolisian untuk melakukan pendalaman terhadap temuan tersebut, dan memberikan penjelasan kronologis kasus temuan database PNS yang tidak jelas. Mengingat database yang diungkapkan sudah terjadi pada 2014 silam dan berdampak timbulnya polemik di kalangan masyarakat," ucap Bamsoet, dalam keterangannya, Selasa (25/5).
Baca juga : Kominfo Minta Facebook Jelaskan Masalah Tag Link Porno
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga meminta BKN melakukan evaluasi sistem database secara berkala dan melakukan inovasi untuk mencegah berulangnya kejadian serupa. "BKN perlu terus berinovasi dalam melakukan pemutakhiran data ASN (PNS, PPPK) dan PPT non-ASN, agar data yang ada valid dan menjadi lebih akurat," kata Bamsoet.
Baca juga : KKP Minta Masukan Atas Tiga Rancangan Peraturan Menteri
Ia mengatakan, pentingnya komitmen BKN untuk terus mengelola dan menjaga kerahasiaan data. "Di samping terus mengingatkan ASN (PNS, PPPK) dan PPT non-ASN untuk melakukan pemutakhiran data serta riwayat pribadinya," katanya. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya