Dark/Light Mode

Ibas Raih Gelar Doktor, Bamsoet: Angin Segar Buat MPR

Kamis, 10 Juni 2021 17:08 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo turut bangga karena salah satu kader terbaik yang dimiliki MPR, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), telah berhasil meraih gelar doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ibas meraih gelar tersebut dalam Sidang Promosi Gelar Doktor, dengan judul disertasi “Strategi Pembiayaan dan Investasi, untuk Pengembangan Pariwisata Terpadu yang Berkelanjutan dan Inklusif”.

"Prestasi akademis Mas Ibas menjadi angin segar, di tengah ikhtiar MPR untuk senantiasa menghadirkan sumber daya manusia yang berkualitas, mempunyai kompetensi dalam melaksanakan tugas konstitusional. Terus berkarya, Mas Ibas. Karena pembelajaran adalah proses yang tidak akan pernah berhenti pada satu titik pencapaian," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, di Banda Aceh, Kamis (10/6). 

Ketua DPR ke-20 ini memandang, disertasi Ibas tersebut sangat membumi. Sangat relevan dan kontekstual dengan realitas perekonomian nasional yang dihadapi saat ini. Mengingat sektor pariwisata adalah sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. 

"Sebagai gambaran, per Januari 2021 tercatat penurunan jumlah wisatawan asing lebih dari 89 persen dibandingkan pada periode Januari 2020, yang berimbas pada sektor terkait lainnnya. Seperti penurunan penggunaan transportasi udara sebesar 97 persen, transportasi darat 65 persen, dan transportasi laut 47 persen," jelas Bamsoet. 

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menjelaskan, keterpurukan pariwisata nasional juga menyebabkan penurunan  tingkat hunian kamar hotel sebesar 30 persen. Dari sekitar 64 juta UMKM yang terdampak pandemi, sebagian besar adalah jenis usaha yang terkait dengan industri pariwisata. 

"Meskipun pandemi Covid-19 telah menghantam sedemikian keras dan menggerus sedemikian dalam sektor pariwisata nasional, namun kita juga meyakini, bahwa sektor pariwisata jugalah yang akan menjadi salah satu kunci bagi kebangkitan perekonomian nasional," jelas Bamsoet. 

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, pengembangan pariwisata harus menjadi upaya berkelanjutan, dan bukan solusi instan. Strategi ini juga harus inklusif, karena banyak sektor terkait yang terdampak pandemi yang menyandarkan harapan pada kebangkitan industri pariwisata. 

"Berbagai gagasan dan pemikiran yang tertuang dalam disertasi ini, harus dapat dimanfaatkan oleh segenap pemangku kepentingan. Sehingga bisa menggeliatkan dan membangkitkan kembali sektor pariwisata nasional," pungkas Bamsoet. [USU]