Dewan Pers

Dark/Light Mode

Demokrat Dan PKS Mirip Bus Kota

Di Kandang Jadi Teman, Di Jalanan Jadi Lawan

Jumat, 4 November 2022 08:00 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Renanda Bachtar. (Foto: Istimewa)
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Renanda Bachtar. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat terlihat sedang berkompetisi memperebutkan posisi Cawapres dari Anies Baswedan, Capres yang diusung Partai NasDem. Mengingat dua partai itu kolega politik di Poros Gondangdia, kompetisi ini mirip bus kota. Akur di kandang, tapi jadi lawan di jalananan berebut penumpang.

Salah satu indikasinya, menjamurnya spanduk Anies-Ahmad Heryawan alias Aher. Demikian juga Demokrat yang mengklaim poster Anies-Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY juga sudah menjamur ke daerah.

“Di berbagai pelosok Indonesia juga sudah bermunculan relawan Anies-AHY yang mendeklarasikan diri,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Renanda Bachtar kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Penguatan Akar Budaya Bangsa Cegah Terorisme, BNPT Gelar Parade Budaya

Renanda mengklaim, relawan Anies-AHY itu bermunculan di Kota-Kota besar di Indonesia. Misalnya, Pontianak, Ambon, Maluku. Sementara, di Jakarta dan Pulau Sumatera, sudah men­jamur lebih dahulu. Relawan itu, katanya, muncul atas inisiatif masyarakat yang merindukan perubahan.

Meski begitu, Partai Demokrat menyambut baik fenomena spanduk Anies-Aher hingga re­lawan Anies-AHY. Asumsinya, ini adalah pertanda besar bahwa masyarakat memiliki harapan terhadap sebuah koalisi partai yang mengusung perubahan. “Jadi, di mana-mana, wajah tokoh-tokoh koalisi perubahan mulai dimunculkan terus oleh masyarakat,” katanya.

Aspirasi publik yang terus me­luas ini, sebutnya, menunjukkan kuatnya angin perubahan yang didorong masyarakat akar rum­put, dan bukan sekedar agenda elit politik. Masyarakat, banyak berharap koalisi perubahan bisa segera diwujudkan. “Ini tentu semakin menguatkan motivasi kami untuk terus konsisten bersama rakyat memperjuang­kan perubahan dan perbaikan, pungkasnya.

Berita Terkait : KPK Telusuri Peran Hakim Agung Lain

Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengamini partainya terus mengalami tren positif dari masyarakat. Belakangan, muncul survei terbaru Litbang Kompas yang menyebut partainya menjadi partai kedua yang dipilih kalangan Gen Z atau pemilih usia 14-25 tahun.

Di mana, PDI Perjuangan men­jadi partai pertama dengan raihan 19 persen, diikuti Partai Demokrat sebesar 18,4 persen. Asumsinya, ini adalah buah kepercayaan publik terhadap Ketum AHY yang teguh dan berani menyuarakan asipirasi dan harapan publik.

Termasuk, ketidakpuasan publik terhadap kebijakan Pemerintah yang dianggap tidak berpi­hak kepada rakyat, baik di ruang publik maupun di ruang parle­men. Misalnya, Omnibus law, Rancangan Undang-Undang Minerba, hingga kenaikan harga minyak goreng.

Berita Terkait : Menpora Pastikan SGBT Layak Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

“Lalu, generasi Z melihat so­sok AHY sebagai simbol partai yang rajin turun ke lapangan, berdialog dengan rakyat dan dekat dengan para kader Partai Demokrat. Sosok pekerja keras dan egaliter,” ujar Herzaky. Nah, soal spanduk Anies-Aher, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menepis jika itu adalah partai yang mengerjakannya. Asumsinya, itu adalah ekspresi demokrasi warga dan wajar saja terjadi. Intinya, ada harapan dari warga untuk men­dukung pilihannya. Kreativitas warga, harus dihormati.

“Saya tidak mengetahui siapa yang memasang dan bukan perintah dari partai,” ujar Juru Bicara PKS, M Kholid. ■