Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Golkar menunjukkan konsistensinya menjadi pelopor pengawal kebijakan baik Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Salah satunya, menjamin suksesnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2025. Kali ini, dengan memantau Lembaga Kebijakan PengadaanBarang/Jasa Pemerintah (LKPP).
“Tentu, saya mengapresiasi dukungan LKPP dalam mempersiapkan program MBG. Program yang baik ini tentu perlu dikawal sebaik mungkin agar pelaksanaannya berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan tepat manfaat,” kata Ketua DPP Partai Golkar, Puteri Komarudin, Jumat (28/11/2023).
Anggota Komisi XI DPR-RI ini mengungkapkan, LKPP turut mempersiapkan berjalannya program MBG yang akan dirilis tahun depan. Persiapan ini, di antaranya pendampingan penyusunan petunjuk teknis dan tata kelola pengadaan, pengembangan kompetensi pegawai, hingga Coaching Clinic pendaftaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Baca juga : Menko Polkam Perkuat Kerja Sama Bilateral
Sontak, Puteri mewarning LKPP untuk memastikan keterlibatan pelaku UMKM dan BUMDes dalam belanja pengadaan. Baginya, peran ini sangat dibutuhkan untuk memastikan proses tata kelola yang baik dalam belanja pengadaan.
Puteri juga mendorong LKPP untuk mempersiapkan strategi guna memastikan agar kelancaran dalam pengadaan program MBG.
“Termasuk strategi mitigasi risiko yang juga perlu dipersiapkan dalam belanja pengadaan agar penggunaan anggarannya tetap efisien, akuntabel, dan transparan. Sekaligus, mencegah potensi penyalahgunaan di kemudian hari,” katanya.
Baca juga : Khofifah-Emil Dardak Sudah Gelar Syukuran
Puteri mantan Ketua DPR, Ade Komarudin ini menilai, Program MBG nantinya bisa menggerakkan ekonomi daerahdengan melibatkan pelaku UMKM, koperasi, maupun BUMDes sebagai penyedia pasokan pangan maupun proses pengolahannya.
Apalagi, menurut penelitian INDEF menunjukkan selama percobaan program ini terbukti dapat meningkatkan rata-rata pendapatan bersih UMKM sebesar 33,68 persen per bulan, serta peningkatan jumlah pegawai hingga 3 orang.
“Artinya, jika dijalankan dengan benar, pastinya makin banyak UMKM yang sejahtera dan makin banyak lapangan kerja yang tercipta. Termasuk, menciptakan pasar baru yang menyerap produk-produk yang selama ini dihasilkan UMKM, koperasi, maupun BUMDes. Untuk itu, LKPP perlu memastikan hal tersebut dalam pengadaan program ini,” pungkasnya.
Baca juga : PKS Tumbang Di Depok Ramai Dibahas Netizen
Gayung bersambut, Deputi Bidang Pengembangan Strategi Dan Kebijakan LKPP, Sarah Sadiqa menyampaikan LKPP sudah melakukan pelatihan kepada 900 pelaku usaha yang nantinya akan terlibat sebagai penyedia dalam Program MBG.
“Target ke depannya ada 3000 yang harus dilatih dan siap belanja. Kami lakukan serentak pelatihan dan onboarding. Kita langsung undang koperasi, BUMDes, dan Ibu-Ibu PKK. Kita beritahu bagaimana cara masuk e-catalogue. Bahkan hari itu juga, kita bantu siapkan onboarding dalam sistem. Jadi kita bisa lihat berapa banyak pelaku usaha yang siap jadi penyedia,” urai Sarah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya