Dark/Light Mode

Serahkan Surat Cap Jempol Darah

Banteng Kota Surabaya Setia Kepada Megawati

Selasa, 28 Januari 2025 07:20 WIB
Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Surabaya saat penyerahan surat berisi cap jempol darah kepada Ketua DPP PDIP Bidang Ke­hormatan Partai, Komarudin Watubun, di sela-sela pembekalan untuk para anggota DPRD se-Indonesia, di Jakarta. (Foto: Dok. PDI Perjuangan)
Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Surabaya saat penyerahan surat berisi cap jempol darah kepada Ketua DPP PDIP Bidang Ke­hormatan Partai, Komarudin Watubun, di sela-sela pembekalan untuk para anggota DPRD se-Indonesia, di Jakarta. (Foto: Dok. PDI Perjuangan)

 Sebelumnya 
Selain dua kegiatan tersebut, PDIP Surabaya juga menggelar tumpengan bersama masyarakat di 31 kecamatan, kerja bakti kampung, dan Senam Indone­sia Cinta Tanah Air (Sicita) di Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo.

Banteng Surabaya juga melakukan diskusi politik ber­tema refleksi perjalanan PDIP hingga usianya yang ke-52 ini. Diskusi tersebut menghadirkan narasumber elite PDIP, Bam­bang “Pacul” Wuryanto dan Said Abdullah, serta pengamat politik Ikrar Nusabakti dan Adi Prayitno.

Pada kesempatan itu, Adi mengajak kader-kader PDIP Surabaya merenungkan per­nyataan Megawati pada 12 De­sember 2024 lalu bahwa ada pihak yang berusaha mengawut-awut partai dengan berbagai cara.

Baca juga : KPK Bersiap Hadapi Sidang Praperadilan

“Kader PDIP Surabaya telah mencetuskan sikap dan tekad bulat, yaitu menghendaki kepe­mimpinan Megawati sebagai ketua umum kembali. Kami akan menjaga dan mengawal pernyataan sikap itu,” tegas dia.

Adi mengatakan, pihaknya juga mengapresiasi dan bangga atas keputusan DPP yang men­jatuhkan sanksi pemecatan sebagai kader partai untuk mantan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Wali Kota Medan Boby Nasution.

Dia meyakini keputusan terse­but sudah tepat untuk menjaga disiplin partai, menjaga prinsip-prinsip konstitusi dan demokrasi. Serta menjaga Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta menjaga kesetiaan dan marwah PDIP.

Baca juga : Serem, Ada Puskesmas Yang Gedungnya Miring

“Kita bersyukur bahwa meng­hadapi dinamika dan situasi politik nasional pada 2024, PDI Perjuangan tetap berdiri ko­koh dengan keyakinan, bahwa semua pergerakan didasari oleh ide, gagasan, dan cita-cita bagi Indonesia Raya serta perjuangan Bung Karno,” kata Adi.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan PDIP Surabaya, Eusebius Purwadi mengatakan, aksi pembubuhan cap jempol darah merupakan bentuk kebulatan tekad kader yang menginginkan Megawati kembali memimpin partai.

“Di samping itu juga untuk mengamankan kongres dari pengaruh eksternal yang punya rencana mengacau,” tandas Pur­wadi. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.