Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Partai Rakyat Sarankan Nasionalisasi Aset Industri AS Di Indonesia
Rabu, 9 April 2025 08:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum (Ketum) Partai Rakyat Arvindo Noviar meyakini Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka kuat menghadapi tekanan ekonomi global.
Termasuk, kebijakan tarif impor 32 persen yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terhadap Indonesia.
“Pemerintahan Prabowo-Gibran, yang kita dukung adalah harapan dan kita harus menuntutnya untuk terus bergerak, bukan dengan kata-kata manis, tetapi dengan tinju besi,” kata Arvindo kepada RM.id, Rabu (9/4/2025).
Arvindo menegaskan, Partai Rakyat mengusulkan kepada pemerintah untuk nasionalisasi aset-aset industri milik Amerika Serikat di Indonesia. Cara ini, dianggap efektif bukan hanya meningkatkan daya tawar Indonesia di dunia, juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional secara mandiri.
Baca juga : One Way Arus Balik Lebaran 2025 Skema Nasional Dimulai, Ini Ruas Tolnya
“Rampas kendali ekonomi dari kapitalis AS dan antek-anteknya, serahkan kekayaan bangsa itu pada tangan rakyat melalui negara, agar imperialisme tak lagi punya pijakan di Bumi Pertiwi kita,” katanya.
Bahkan, hitungannya, bangsa ini tidak merugi jika memutus hubungan diplomasi dengan AS. Sarannya, tidak perlu merengek kepada Presiden Trump. Cukup bangun benteng ekonomi dengan China, Rusia dan bangsa lain. “Hingga kita berdiri tegak tanpa tuan,” sebutnya.
Ketum Relawan Prabowo-Budiman (PRABU) ini mengatakan, Prabowo adalah pemimpin yang pemberani. Lahir dari rahim nasionalisme. Bahkan, dia menyebut Prabowo dipercaya dapat mendengar detak jantung rakyat.
“Tetapi detak itu harus kita perdengarkan dengan pekikan perjuangan! Nasionalisasi adalah jalan tunggal. Bukan karena kita membenci kekayaan, tetapi karena kita menolak kekayaan itu dirampok oleh tangan asing,” tegasnya.
Baca juga : BRI Raih 2 Penghargaan Internasional Dari The Asset Triple A
Politisi muda ini menganalisa, tarif impor 32 persen yang dilemparkan Presiden AS kepada Indonesia bukan sekadar angka. Melainkan, rantai besi yang ditujukan untuk menjerat buruh, petani, dan anak-anak bangsa yang kini menatap masa depan.
“Partai Rakyat, sebagai pendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran, berteriak keras. ini adalah perang! Dan dalam perang, kita hanya punya dua pilihan. Melawan, atau mati sebagai budak ekonomi Amerika Serikat,” geramnya.
Dirincikannya, kebijakan ini mempengaruhi pelaku ekspor di Indonesia ke AS. Di antaranya, kain tenun buruh Bandung, minyak sawit petani Riau, mesin rakitan pemuda Banten, kini terancam gulung tikar di pelabuhan, terkubur oleh tarif yang membabi buta.
“Dua puluh miliar dolar setahun, nadi perekonomian kita, akan menguap, meninggalkan rakyat dalam kelaparan dan keputusasaan. Siapa yang tertawa di balik ini? Bukan kita, tetapi para kapitalis yang duduk di singgasana emas, jauh di seberang lautan,” tegasnya.
Baca juga : Federasi Internasional Tinjau Kesiapan Kejuaraan Dunia Gimnastik Di Indonesia
Pun, Arvindo menggunakan kata bijak Tan Malaka ihwal, ini. Yaitu, “Kemerdekaan adalah logika sejarah, tetapi hanya mereka yang berani merebutnya yang akan hidup bebas.”
“Logika itu kini nyata di depan kita. Trump, dengan “America First”, tidak berdiri sekadar sebagai presiden. Ia adalah simbol kapitalisme monopoli yang rakus, menghisap darah bangsa-bangsa lemah untuk menggemukkan perut Wall Street,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya