Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prabowo Ajak Dialog Oposan Kritis
Golkar: Ini Jadi Pondasi Penting
Senin, 14 April 2025 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Golongan Karya (Golkar) memuji langkah Presiden Prabowo Subianto yang membuka ruang dialog dengan tokoh-tokoh oposan kritis. Langkah ini, menjadi pondasi penting menciptakan iklim berbangsa yang lebih terbuka, dialogis, dan solutif.
Di tahap awal, Prabowo melalui Ketua Harian Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad berdialog, duduk semeja dengan Rocky Gerung, belum lama ini.
"Ajakan Prabowo membuka dialog jadi pondasi penting bagi pembentukan iklim masa depan yang lebih dialogis, transparan, produktif, dan solutif," kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham dalam keterangan tertulisnya kepada Rakyat Merdeka, Minggu (13/4/2025).
Mantan Menteri Sosial itu menilai, saat ini momen yang tepat membangun dan memperkuat dialog kritis yang dilandasi nilai-nilai Pancasila, terutama Ketuhanan Yang Maha Esa. Dialog kritis yang berpadu dengan ruh kebatinan akan melahirkan sinergi antara transparansi batin ke-Indonesiaan dan rasionalitas yang menjadi ciri khas tokoh kritis.
Baca juga : Bawaslu Sulawesi Selatan Temukan 230 Pemilih Ganda
Ditekankan, ajakan Prabowo tidak semata membangun koalisi politik yang pragmatis. Tetapi lebih dalam lagi, yakni membentuk koalisi pemikiran, dalam ruang dialogis yang menjunjung ide dan gagasan.
Idrus menyebut, ajakan Presiden Prabowo merefleksikan keberanian seorang pemimpin mengandalkan intuisi dalam memahami situasi dan masa depan bangsa. Menurutnya, intuisi, merupakan instrumen penting dalam membaca batin ke-Indonesiaan, dan penting dalam pengambilan keputusan yang visioner.
"Mengundang para kritikus berdialog sangat mencerminkan keontetikan dan kecerahan berpikir Pak Prabowo yang mendudukkan tradisi intelektual dan kesadaran kritis sebagai tradisi yang egaliter," papar Idrus.
Lebih jauh, Idrus menegaskan pentingnya membedakan antara kritik konstruktif dengan ujaran kebencian. Diingatkan, mengumpat bukanlah bagian dari kritik intelektual, melainkan bentuk pelampiasan emosi yang merusak diskursus publik.
Baca juga : Mandiri Dan BNI Pede Kinerja Tetap Kinclong
Mengumpat dan caci maki, lanjut meski menggunakan referensi setebal kitab apa pun, tetap saja berorientasi membuka aib. Bukan membangun iklim kritis, melainkan iklim ghibah.
"Celaka dua belas, jika misalnya kita tanpa sadar menempatkan umpatan sebagai bagian dari model berpikir kritis. Mengumpat itu mengedepankan emosional diberi gincu intelektual. Targetnya ada pada pelampiasan nafsu bukan solusi atas problematika yang diutarakan," pesannya.
Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini menyebut, langkah Prabowo yang langsung turun ke gelanggang dialog sebagai bentuk kepekaan intelektual dan tanggung jawab kenegaraan. Prabowo tidak bermaksud menumpulkan kesadaran kritis para pemikir, tetapi justru mengajak mereka menjunjung etika berpikir dan komitmen terhadap kebenaran. "Kebebasan berpikir yang tidak disertai tanggung jawab sosial bisa membentuk kekacauan moral dan etika," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menilai, dukungan terhadap iklim intelektual yang sehat sangat penting dalam menggeser model kritik dari yang atraktif menjadi solutif.
Baca juga : Indonesia Patok Tarik Investasi Rp 57 Triliun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini, langkah Prabowo itu merupakan pendidikan politik yang berkelas dan berwawasan luas. Kelapangan hati Presiden untuk berdialog dengan tokoh kritis merupakan pondasi membangun budaya kritik yang bertanggung jawab dan produktif. "Ini juga menunjukkan Prabowo adalah pemimpin dengan semangat inklusif yang tinggi," ujar Bahlil.
Bahlil juga menekankan pentingnya membangun konstruksi berpikir bangsa secara kolektif. Dia menyebut, ajakan dialog ini mencerminkan semangat kekeluargaan yang menjadi fondasi bangsa Indonesia. "Bangsa ini adalah keluarga besar. Siapa pun posisinya, harus diajak bersama membangun negeri," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya