Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kader Senior Tolak Kader Impor
Bacagub Aceh Bustami Masuk Radar Golkar
Sabtu, 26 April 2025 07:15 WIB
Sebelumnya
“Ditambah lagi satu suara dari ormas yang mendirikan dan yang didirikan oleh Partai Golkar serta satu suara dari sayap partai,” sambung Syukri.
Sejumlah nama sudah bermunculan untuk menjadi calon Ketua Golkar Aceh. Mulai dari kader tulen, hingga kader impor. Di antaranya, Andi Sinulingga hingga Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Aceh Bustami Hamzah.
Diketahui, Bustami Hamzah bukan kader Beringin. Bustami berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jabatan terakhir Penjabat (Pj) Gubernur Aceh.
Baca juga : Pelamar Harusnya Datang Ke Kecamatan Dan Kelurahan
Namun saat pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada Pilkada 2024, Om Bus sapaan Bustami diusung oleh Partai Golkar bersama Partai NasDem, PAN, Partai Adil Sejahtera (PAS), dan Partai Darul Aceh (PDA). Saat itu, dia berpasangan dengan Fadhil Rahmi.
Salah satu pengurus DPD I Partai Golkar Aceh, Aramiko Aritonang menolak keras wacana pihak tertentu yang ingin menjadikan orang luar partai memimpin Golkar Aceh. Dia mencium ada gerak-gerik dari ekternal partai yang ingin merusak proses kaderisasi di tubuh partai beringin.
“Jangankan menjabat ketua, menjadi bakal calon ketua dalam Musda pun, dengan tegas kami tolak,” tegas politikus senior Golkar Aceh itu.
Baca juga : Final Copa Del Rey: Barcelona Vs Real Madrid, Perang Gengsi Di El Clasico
Aramiko mengungkapkan, dalam sejarah kepemimpinan Golkar Aceh, posisi ketua tidak pernah lepas dari kader-kader terbaik partai. Dia menilai, menjadi sebuah kemunduran jika kemudian Jabatan Ketua Golkar Aceh dijabat oleh orang di luar partai.
Padahal, kata Aramiko, ada banyak kader potensial yang layak untuk memimpin dengan segudang pengalamannya, mulai dari Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan, Andi Sinulingga, Jamaluddin, Khalid dan sejumlah kader tulen Golkar lainnya.
“Tidak mudah bagi sosok baru dalam waktu singkat beradaptasi dengan ideologi sebuah partai yang sudah sarat pengalaman selama puluhan tahun,” sebut dia.
Baca juga : Sikat Alex Eala Di Madrid Open 2025, Swiatek Sukses Balas Dendam
Aramiko menekankan, dalam penjaringan bakal calon, Panitia Penyelenggara fokus pada syarat yang telah diatur dalam Juklak DPP Golkar dan tidak meluas dengan ketentuan yang bukan kewenangan di tingkat provinsi.
“Golkar dikenal sebagai rumah pengkaderan kepemimpinan, sangat ironis jika kemudian kita menggunakan pemain impor,” tutup Aramiko. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya