Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pemilu 2024 meninggalkan catatan pahit bagi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Tidak tercapainya ambang batas parlemen menjadi alarm serius yang tidak bisa diabaikan.
"Evaluasi harus dilakukan. Tetapi, evaluasi yang bijak menuntut keseimbangan antara kritik dan apresiasi, antara emosi dan akal sehat," imbau Pemerhati Hukum Partai Politik Rahmat Hidayat yang juga kader PPP dalam keterangannya, Senin (28/7/2025).
Di tengah riuhnya tuntutan pembaruan PPP, kata Rahmat, satu nama terus disebut: H. Muhamad Mardiono, Pelaksana Tugas Ketua Umum. Sebagian menilai beliau gagal, sebagian lain melihatnya sebagai tokoh yang justru paling berkontribusi dalam menjaga PPP tetap hidup.
"Maka pertanyaannya bukan sekadar siapa yang salah? Melainkan siapa yang tetap bertahan ketika yang lain memilih pergi?" ujarnya.
Dikatakan Rahmat, Mardiono menerima estafet kepemimpinan bukan dalam situasi normal. Mardiono hadir ketika partai menghadapi ketidakstabilan struktural dan kepercayaan publik yang mulai menurun. Tidak banyak yang bersedia mengambil risiko memimpin partai di saat badai.
Baca juga : IMI Aceh Beri Dukungan Penuh, Bamsoet Didorong Lanjutkan Kepemimpinan IMI Pusat
Tapi dia menilai, Mardiono hadir bukan dengan retorika, melainkan dengan langkah konkret. Mardiono, sambungnya, tam mencalonkan diri dalam Pemilu.
Sebaliknya, dia mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk membenahi organisasi, menyatukan fraksi-fraksi internal, dan mengorbankan dana pribadinya untuk memastikan saksi dan logistik partai tetap berjalan di lapangan.
"Ini adalah bentuk pengabdian yang jarang terlihat dalam politik praktis hari ini," ungkapnya.
Diakui, gagalnya PPP masuk ke parlemen tentu harus dievaluasi. Tetapi menyederhanakan penyebabnya menjadi kesalahan satu orang justru mengabaikan kompleksitas politik modern.
Sebab, Pemilu adalah hasil dari banyak variabel: kekuatan caleg di daerah, efektivitas kampanye, dinamika Pilpres, hingga perubahan perilaku pemilih.
Baca juga : Harlah Ke 27, PKB Dukung Penuh Kepemimpinan Prabowo
Dalam kerangka itu, menyalahkan Mardiono secara tunggal adalah bentuk ketidakadilan naratif. Padahal, Mardiono adalah figur yang justru menjaga PPP dari kehancuran yang lebih besar.
Dia mengimbau, PPP butuh pemulihan, bukan perpecahan baru. Proses regenerasi boleh berjalan, tapi tidak dengan cara mendelegitimasi mereka yang sudah bekerja keras.
"Pak Mardiono bukan orang yang sempurna. Tapi beliau adalah sosok yang telah terbukti tenang, konsisten, dan tidak haus jabatan," ungkapnya.
Dalam politik, sambung Rahmat, kesinambungan adalah syarat dasar konsolidasi. Muktamar ke depan semestinya menjadi ruang evaluasi strategis, bukan sekadar penggulingan simbolik.
Jika PPP ingin kembali ke panggung nasional, PPP membutuhkan figur yang memahami medan, menghargai organisasi, dan memiliki legitimasi moral. "Pak Mardiono adalah salah satunya," tuturnya.
Baca juga : Berhasil Lunakkan Trump, BKSAP DPR: Bukti Kepemimpinan Kuat Prabowo
Dia berpesan, PPP adalah warisan sejarah yang tidak boleh dikorbankan hanya karena ego sesaat. Saatnya kader mengedepankan rasionalitas dan menjauh dari politisasi kekecewaan. Serta tempatkan kritik dalam konteks, dan apresiasi dalam proporsi.
"Dalam cahaya itu, kita akan melihat bahwa Pak Mardiono bukan beban partai, tetapi fondasi penting bagi kebangkitan PPP. Beliau tidak gagal. Justru dengan ketenangan, pengorbanan, dan ketulusan, beliau telah membuktikan dirinya layak untuk melanjutkan kepemimpinan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya