Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Korban Kudatuli Minta Megawati Tetapkan Hasto Jadi Sekjen PDIP Lagi
Rabu, 13 Agustus 2025 15:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dukungan terhadap Hasto Kristiyanto kembali menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan (PDIP) terus mengalir. Kali ini, dari puluhan korban peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli), yang mengungkapkan selama Hasto menjadi Sekjen, pihaknya mendapatkan perhatian dari partai.
“Kami para korban Peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996, memohon kembali kepada Ibunda Megawati Soekarnoputri untuk menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen kembali,” tutur salah satu korban peristiwa 27 Juli 1996, Raya Tampubolon, di Jakarta, Selasa malam (12/8/2025).
Raya mengungkapkan, peristiwa Kudatuli adalah bagian dari sejarah perlawanan partai berlambang banteng itu kepada rezim otoriter Orde Baru. Hal itu, ditegaskan oleh Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri di Kongres PDIP Ke-6 Nusa Dua, Badung, Bali, pada Jumat (1/8/2025).
Hadir bersama para saksi sejarah Kudatuli lainnya seperti Ali Husein, Iwan Sanusi, Ricky Yusuf, Michael Tulis dan Elsye Mailoa yang merupakan mantan anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari PDIP menyebutkan, selama menjadi Sekjen DPP PDIP, Hasto sangat paham dan taat kepada partai.
Baca juga : Mega Hadiri Penutupan Kongres Ke-VI PDIP di Bali
“Kami melihat hubungan profesional dan kepartaian Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen sangat paham dengan partai ini, dan sangat setia kepada Ibunda Ketum. Maka, kami juga melihat tidak ada hambatan bagi Ibunda Ketua Umum, untuk kembali menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen,” sebutnya.
Raya berharap, peristiwa ini terus diingat tidak hanya oleh kalangan PDIP. Melainkan generasi muda bangsa ini.
“Jas Merah. Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Demikian Bung Karno mengajarkan kepada kita semua,” tutupnya.
Sementara, korban lainnya, Ali Husein mengatakan Hasto Kristiyanto sudah teruji dalam mendampingi Ibunda Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Sehingga, tepat bagi Hasto untuk tetap menjadi Sekjen mendampingi Ketum Megawati.
Baca juga : Ketum MUI Desak PBB Segera Tetapkan Palestina Sebagai Negara Berdaulat
Karena itu, Ali Husein mengatakan, dukungan penuh dari para Korban Peristiwa 27 Juli 1996 yang tergabung di Forum Komunikasi Kerukunan Korban Kerusuhan Peristiwa 27 Juli 1996 (FKK-124) kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menetapkan kembali Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen PDIP.
Selain itu, dia berharap, para Korban Peristiwa 27 Juli 1996 yang tergabung di FKK-124 dapat dilibatkan langsung ke dalam struktur DPP PDIP untuk kembali bersama-sama berjuang bersama PDIP.
“Kami, tercatat masih ada 65 orang yang hidup, yang merupakan korban langsung Peristiwa 27 Juli 1996 yang tergabung FKK-124. Yang lainnya sudah banyak yang meninggal dunia. Kami siap berjuang kembali bersama Ibunda Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto,” tegas Ali Husein, yang disambut setuju oleh para korban Peristiwa 27 Juli 1996 yang tergabung FKK-124.
Di samping itu, Ali Husein melihat, sudah hampir 30 tahun peristiwa Kudatuli belum terselesaikan oleh Negara Indonesia. Paling tidak, menurut dia, ada dua hal utama yang seharusnya menjadi solusi menyelesaikan persoalan itu.
Baca juga : Divonis 3,5 Tahun, Hasto Masih Sekjen PDIP
“Pertama solusi hukum dan HAM. Dan kedua, solusi politik. Kedua solusi inilah yang seharusnya dilakukan agar peristiwa yang mana kami jadi korban-korbannya, untuk diselesaikan,” pungkasnya.
Diketahui, peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli), adalah insiden kerusuhan yang terjadi pada tanggal 27 Juli 1996 di kantor PDI di Jalan Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat.
Peristiwa ini melibatkan bentrokan antara massa pendukung Megawati Soekarnoputri dan massa pendukung Suryadi yang merupakan kekuatan Orde Baru, yang keduanya mengklaim sebagai pemimpin Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Kerusuhan ini terjadi di kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro dan meluas ke berbagai wilayah di Jakarta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya