Dark/Light Mode

Mbak Tutut Didorong Berkiprah Kembali ke Partai Golkar

Kamis, 21 Agustus 2025 18:02 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Praktisi hukum dan pemerhati politik sosial dan budaya (polsosbud) Agus Widjajanto mendorong Siti Hardijanti Hastuti Rukmana atau Mbak Tutut, untuk kembali bergabung ke Partai Golongan Karya (Golkar).

Hal ini, katanya, juga disuarakan akar rumput Golkar dan masyarakat melalui media sosial.

Sebab saat ini, tak ada satu pun pengurus teras Golkar yang berasal dari keluarga Presiden ke-2 RI, Soeharto, penggagas dan pendiri Partai Golongan Karya, yang awalnya merupakan Sekber Golongan Karya, dibentuk bersama dengan Soehardiman pada 20 Oktober 1964.

Baca juga : JAMAN Dorong Keterwakilan Perempuan Lebih dari 50 Persen di Parlemen

"Ada dorongan dari berbagai elemen masyarakat dan dari tubuh Partai Golkar sendiri agar Mbak Tutut kembali berlabuh ke Golkar," kata Agus dalam keterangannya, Kamis (21/8/2025).

Bergabungnya Mbak Tutut diharapkan akan lebih mewarnai partai berlambang pohon beringin dalam dinamika politik nasional.

"Mbak Tutut atau Siti Hardijanti Rukmana tentu kami harapkan akan ikut mengembalikan marwah Partai Golkar sekaligus turut serta dalam menyukseskan pembangunan nasional di bawah pemerintahan baru Prabowo-Gibran," jelasnya.

Baca juga : Prabowo Bakal 2 Kali Pidato Besok, Isinya Arah Kebijakan dan Program Prioritas

Agus pun menambahkan, sejak era reformasi, ada perubahan orientasi kepemimpinan di Golkar. Dari sebelumnya berorientasi pada tokoh, sekarang pada kader.

"Dengan melihat Golkar yang berorientasi pada kader, ini peluang bagi kader-kader Golkar siapapun dia. Ini pintu masuk, dan sudah waktunya Mbak Tutut masuk mengurus lagi Partai Golkar yang didirikan bapaknya,” tuturnya.

Agus menggarisbawahi bahwa tantangan Mbak Tutut tidak mudah. Sebab, puteri sulung Pak Harto itu harus mampu mempengaruhi kader-kader Golkar untuk bergabung kembali.

Baca juga : Demo Tuntut Bupati Pati Mundur Berakhir Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Selain itu, Mbak Tutut mempunyai beban sejarah. Sebab, akan banyak pihak yang akan melihat dirinya berdasarkan kiprah ayahnya. Padahal, menurut Agus, banyak juga capaian yang diraih Soeharto semasa menjadi Kepala Negara. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.