Dark/Light Mode

PDIP Jatim Gelar Rakorda, Kader Banteng Perkuat Kondusivitas Dan Soliditas

Senin, 25 Agustus 2025 07:15 WIB
Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah. (Foto: Dok. PDIP)
Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah. (Foto: Dok. PDIP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur (Jatim), menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Surabaya, Minggu (24/8/2025). Salah satu agenda utama kegiatan tersebut, mengingatkan seluruh kader, khususnya di jajaran pengurus, agar tidak terjebak dalam pertikaian internal yang dapat melemahkan partai.

Selain pengurus DPD, Rakerda diikuti oleh jajaran pen­gurus dari 38 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan atau pengurus tingkat kabu­paten/kota, serta Pengurus Anak Cabang (PAC)/ pengurus tingkat ke camatan se-Provinsi Jatim.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah yang hadir secara daring mengatakan, agen­da utama Rakorda kali ini adalah sosialisasi Hasil Kongres VI PDI Perjuangan yang digelar di Bali, serta pembahasan mendalam tentang Peraturan Partai Nomor 01 Tahun 2025.

Dia menekankan tentang pent­ingnya menyatukan pemahaman dan makna strategis dari hasil Kongres VI PDI Perjuangan, Provinsi Jatim harus tetap men­jadi daerah yang solid, kondusif, dan berada dalam satu barisan perjuangan partai.

“Kita menyatukan makna hasil dari Kongres VI PDI Perjuangan di Bali. Bu Mega kembali memimpin PDI Perjuangan dan Pak Hasto kembali ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal,” ujarnya.

Baca juga : KPK Bakal Telusuri Aset Pejabat ‘Sultan’ Kemenaker

Said menegaskan, DPD PDI Perjuangan Jatim menjadi daerah pertama secara nasional, yang menindaklanjuti hasil kongres melalui pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab).

“Kita gelar Konferda, Konfercab meriah tanpa modal. Kita rumuskan pemimpin dari dedikasi, integritas, dan pengabdian. Ini bukan soal siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling tulus mengabdi untuk rakyat dan partai,” tegasnya.

Dalam arahannya kepada ja­jaran DPC dan PAC se-Provinsi Jatim, Said mengatakan, saat ini partainya berada pada posisi kedua dalam survei elektabilitas di Provinsi Jatim, dengan angka 17 persen. Dia meminta, angka tersebut menjadi pengingat sekaligus alarm bagi seluruh kader, untuk memperkuat kerja-kerja politik dan organisasi secara kolektif.

“Berbuatlah yang terbaik un­tuk partai. Tantangan ke depan tidak mudah. Survei menunjukkan elektabilitas partai di Jawa Timur berada di posisi kedua dengan 17 persen. Karenanya, jangan bertikai sendiri, jangan ribut sendiri,” pesannya.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR itu menambahkan, meski masa bakti anggota Dewan di semua tingkatan baru memasuki tahun pertama, para kader harus mempersiapkan dan menjalankan strategi jangka panjang. Dia juga meminya seluruh kader PDI Perjuangan di Provinsi Jatim peka terhadap dinamika nasional.

Baca juga : Suku Bunga Turun, Pacu Pebisnis Lebih Ekspansif

“Fenomena politik nasional harus senantiasa menjadi persia­pan kita, untuk mencermati dan menyongsong Pemilu 2029. Kita harus menjadi satu kesatuan,” cetusnya.

Lebih lanjut, Said menegas­kan, partainya menolak keras segala bentuk praktik politik uang dalam proses regenerasi dan penentuan kepemimpinan di internal partai.

“Jangan ada permainan uang. Kami ingin semua proses kon­solidasi, pelembagaan partai, benar-benar bersih. Kalau ada permainan, akan didiskualifikasi, dibawa ke Majelis Kehormatan Partai,” tandasnya.

Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Budi Sulistyono alias Kanang menambahkan, tantangan Pemilu 2029 diprediksi jauh lebih kom­pleks dan berat dibandingkan pemilu sebelumnya. Sebab itu, dia mendorong seluruh kader mulai bekerja, menyiapkan mesin partai, serta membangun kepercayaan publik melalui kerja-kerja nyata

“Kita harus mempersiapkan diri sedini mungkin, terus mem­perjuangkan kepentingan rakyat dan meningkatkan elektabilitas PDI Perjuangan di Jawa Timur,” pintanya.

Baca juga : Emak-emak Bakal Dilatih Sulap Sampah Jadi Cuan

Menurut Kanang, konsolidasi tak hanya bersifat struktural, tapi juga ideologis dan emosional. Seluruh kader PDI Perjuangan harus kembali pada semangat perjuangan ideologis yang mem­bumi, dekat dengan rakyat, hadir dalam solusi, serta konsisten membela wong cilik.

“Kita harus jadi kekuatan besar yang terorganisir,” tegas mantan Bupati Ngawi dua periode itu. [OSP]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.