Dark/Light Mode

Polemik Musyawarah Daerah XI Di Malang

Kantor DPD Golkar Kembali Disegel Kader

Minggu, 4 Januari 2026 06:40 WIB
Ketua DPD Golkar Malang terpilih, Djoko Prihatin. (Foto: Instagram/golkar.kotamalang)
Ketua DPD Golkar Malang terpilih, Djoko Prihatin. (Foto: Instagram/golkar.kotamalang)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konflik internal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Malang belum tuntas. Kemarin, Kantor DPD Golkar Malang, kembali disegel kader, setelah Orang Tak Dikenal (OTK) membuka segel tersebut.

Aksi penyegelan ulang kantor DPD Golkar Malang menjadi simbol kekecewaan sejumlah kader atas hasil Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Kota Malang 2025 di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Minggu (14/12/2025). Mereka menentang hasil Musda, yang menetapkan Djoko Prihatin, sebagai Ketua DPD Golkar Malang periode 2025-2030. 

Anggota Dewan Pertimbangan DPD Golkar Malang, Agus Sukamto menyatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi dan pendalaman internal terkait Musda XI DPD Golkar Malang. Hasilnya, ungkap dia, Dewan Pertimbangan Golkar Malang menemukan banyak persoalan sejak tahap pra Musda hingga pasca penetapan Ketua DPD Golkar Malang periode 2025-2030. 

Baca juga : Bareskrim Bongkar Sindikat Judi Online Internasional

“Pendalaman dilakukan melalui komunikasi kader, penelusuran dokumen, serta klarifikasi berbagai unsur internal partai. Salah satu temuan paling krusial, dugaan tidak terpenuhinya syarat kualifikasi pendidikan oleh ketua terpilih. Ada indikasi kuat, saudara Djoko Prihatin tidak memenuhi syarat kelulusan Strata 1 (S1),” ujar Agus di Malang, Jatim, Sabtu (3/1/2026). 

Diketahui, puluhan kader Partai Beringin menyegel Kantor DPD Golkar Malang, Minggu (14/12/2025) malam. Aksi penyegelan kantor dilakukan para kader, setelah mereka kembali dari arena Musda XI DPD Golkar Malang, di Kantor DPD Golkar Provinsi Jatim. Mereka menolak hasil Musda, yang menetapkan Djoko Prihatin, sebagai Ketua DPD Golkar Malang periode 2025–2030. 

Melanjutkan keterangannya, Agus mengatakan, ketua terpilih belum pernah menginjakkan kaki di Kantor DPD Golkar Kota Malang, dan ditolak oleh para kader. Menurut dia, fakta tersebut mencerminkan terjadinya krisis kepemimpinan yang serius di tubuh DPD Golkar Malang. 

Baca juga : Cegah Beras Disalahgunakan, Bulog Salurkan SPHP Langsung Ke Pengecer

“Dalam kondisi normal, orang yang waras secara etika dan bermartabat, harusnya sudah mengundurkan diri. Ini bukan serangan pribadi, tapi peringatan keras demi menyelamatkan marwah Partai Golkar,” tegasnya. 

Agus menambahkan, perlawanan kader Golkar Malang tak berhenti pada penyegelan kantor. Saat ini, kata dia, sengketa Musda XI DPD Golkar Malang telah bergulir ke Mahkamah Partai dan telah dinyatakan memenuhi syarat untuk disidangkan. 

“Langkah hukum ini, bukan untuk menjatuhkan individu. Ini upaya menyelamatkan Golkar Kota Malang dari konflik berkepanjangan,” tandasnya. 

Baca juga : Warga Pesisir Diimbau Waspada Banjir Susulan

Terpisah, Wakil Sekretaris Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kota Malang, Adi Putra menyatakan, pembukaan segel Kantor DPD Golkar Malang dilakukan tanpa sepengetahuan kader. 

“Kalau dibuka oleh kader, harusnya terang-terangan. Ini tiba-tiba sudah dibuka, dan tidak ada yang tahu siapa pelakunya. Kemungkinan besar bukan kader,” kata Adi. 

Dia menilai, tindakan tersebut ilegal, tidak bermoral, dan mencederai marwah partai. Alih-alih mencerminkan soliditas, peristiwa ini justru menunjukkan rapuhnya konsolidasi internal yang selama ini diklaim berjalan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.