Dark/Light Mode

Warkop Dan Restoran Ramai

Kehidupan Aceh Perlahan Pulih

Sabtu, 3 Januari 2026 08:32 WIB
Foto: Tim Media Presiden
Foto: Tim Media Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Kehidupan masyarakat Aceh Tamiang perlahan mulai pulih dan bangkit pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Warung kopi (warkop) dan restoran ramai dikunjungi warga.

Salah satunya terlihat di Rumah Makan Salero Awak di Kabupaten Aceh Tamiang. Usaha kuliner tersebut kini kembali dipadati pembeli setelah sempat terhenti akibat bencana.

Aneka menu masakan khas Minang dan masakan rumahan tersaji rapi di etalase sepanjang sekitar dua meter. Para pengunjung harus mengantre untuk memesan makanan.

Di bagian dalam rumah makan, bangku dan meja pun terisi penuh. Suasana ramai dengan tawa dan canda pengunjung menandai bangkitnya kembali aktivitas sosial masyarakat setelah melewati masa sulit.

Pemilik Rumah Makan Salero Awak, Arnis mengungkapkan, dirinya baru kembali membuka usaha sekitar enam hari terakhir setelah melalui proses pembersihan yang panjang. Ia menyebutkan, lumpur sisa banjir dengan ketinggian mencapai satu meter menutupi seluruh area rumah makan dan merusak peralatan dapur.

“Tiga minggu (pembersihan). Seminggu kita hanya membersihkan lumpurnya saja. Lumpurnya sedalam satu meter. Posisi alat-alat berserakan, meja di atas meja, lemari di atas meja,” kata Arnis, Jumat (2/1/2026).

Baca juga : Presiden Jawab Kritik Dengan Kerja All Out

Meski diliputi rasa sedih akibat kerusakan yang ditinggalkan bencana, Arnis memilih untuk tetap tegar dan bangkit. Menurutnya, musibah adalah ujian yang harus diterima dengan keikhlasan.

“Kalau dilihat memang sedih, tapi itu hanya titipan. Kita kembalikan saja ke Yang Kuasa,” ujarnya.

Keputusan Arnis untuk kembali berjualan juga didorong rasa tanggung jawab terhadap para karyawannya. Ia mengaku mempekerjakan sekitar 15 orang, sebagian di antaranya merupakan janda dan warga dengan kondisi ekonomi terbatas. Bahkan, beberapa karyawannya kehilangan rumah akibat banjir.

“Melihat karyawan saya, rata-rata rumahnya hilang, habis. Itu yang membuat saya bangkit. Kalau tidak bangkit kembali, kami mau memberi makan apa,” tuturnya.

Dengan dukungan petugas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) serta relawan, rumah makan tersebut akhirnya dapat kembali beroperasi. Meski belum sepenuhnya pulih, Arnis menyebutkan omzet usaha mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

“Alhamdulillah omzetnya bagus walaupun masih banyak keterbatasan. Insya Allah ada kehidupan baru di balik musibah ini,” katanya.

Baca juga : Sekolah Masih Berlumpur, Baju Seragam Belum Punya

Kondisi serupa juga dialami pelaku usaha kecil lainnya di Aceh Tamiang. Warung kopi dan mi milik Rina Riana kini kembali beroperasi setelah terdampak banjir dan longsor.

“Alhamdulillah sudah pemulihan. Sudah lima hari berjualan. Kalau normalnya belum, karena masih bertahap setelah renovasi,” ujar Rina.

Meski masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan peralatan, Rina memilih untuk tetap bangkit. Sejak kembali dibuka, warungnya mulai didatangi pelanggan yang rindu beraktivitas setelah lama berada dalam kondisi darurat.

“Sudah lumayan. Mungkin karena mereka juga bosan makan mi dan telur terus,” katanya.

Rina juga berupaya menjaga harga makanan agar tetap terjangkau bagi masyarakat yang sama-sama sedang memulihkan kondisi ekonomi keluarga. “Soal harga, kami lakukan penyesuaian sedikit. Tapi masih harga normal,” ujarnya.

Di sisi lain, pemulihan kebutuhan dasar masyarakat juga terus dilakukan. Pasokan air bersih bagi warga Aceh Tamiang kembali pulih seiring beroperasinya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Rantau pascabanjir bandang.

Baca juga : Pengungsi Dapat Makanan Bergizi, Ekonomi Berputar

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menegaskan, air hasil produksi SPAM telah memenuhi standar kesehatan dan aman untuk dikonsumsi. “Saat ini air sudah mengalir ke reservoir dan diproses. Kualitasnya sudah sesuai standar, jadi secara umum aman,” ujar Dody setelah meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rantau.

SPAM IKK Rantau memiliki kapasitas produksi hingga 40 liter per detik dan melayani kebutuhan air bersih warga Kecamatan Rantau dan sekitarnya. Sebelumnya, banjir bandang merusak sejumlah komponen vital seperti tanggul IPA, intake, reservoir, serta sistem pompa dan kelistrikan.

Untuk mempercepat pemulihan, PT Hutama Karya (Persero) melakukan rehabilitasi menyeluruh, mulai dari optimalisasi pompa, perbaikan sistem mekanikal dan elektrikal, hingga pembersihan sisa lumpur. Selama masa transisi, dukungan darurat berupa menara tangki air dan genset turut disiagakan.

Sementara itu, pemulihan infrastruktur kelistrikan juga terus berlangsung. PT PLN (Persero) mempercepat perbaikan jaringan listrik di Aceh, dengan fokus pada 176 desa yang belum kembali menikmati aliran listrik.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, medan sulit dan akses jalan yang terputus menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan. “Tidak ada warga yang tertinggal dalam gelap. Petugas PLN siap menerjang akses sekecil apa pun agar listrik kembali menyala dan aktivitas masyarakat berjalan normal,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menghabiskan malam pergantian Tahun Baru 2026 di lokasi bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025). Keesokannya, Prabowo terbang ke Aceh Tamiang. Semuanya dilakukan Prabowo untuk memercepat pemulihan pascabencana. UMM

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.