Dark/Light Mode

Soal Pidato Rakyat Tak Pakai Dolar

Gerindra: Prabowo Ajak Masyarakat Tetap Optimis

Selasa, 19 Mei 2026 06:45 WIB
Juru Bicara DPP Partai Gerindra Bahtra Banong. (Foto: Instagram/bahtrabanong)
Juru Bicara DPP Partai Gerindra Bahtra Banong. (Foto: Instagram/bahtrabanong)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru Bicara DPP Partai Gerindra Bahtra Banong memastikan, Presiden Prabowo sangat memahami dampak kenaikan nilai tukar dolar AS. Namun, Presiden Prabowo ingin masyarakat tetap optimis dengan ekonomi Indonesia.

Hal ini disampaikan Bahtra menyikapi polemik terkait pidato Presiden Prabowo soal pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” saat Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes), di Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, akhir pekan lalu. 

Dia menerangkan, polemik ini muncul karena adanya potongan video yang tidak menampilkan konteks secara utuh. Padahal, jika pidato tersebut didengar secara lengkap, Presiden Prabowo justru sedang menyampaikan pesan optimisme dan kepercayaan terhadap kekuatan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang penuh tekanan. 

“Pidato Presiden dipotong hanya pada satu kalimat, lalu dibangun framing seolah Presiden tidak memahami dampak dolar terhadap ekonomi. Itu jelas keliru dan tidak fair,” tegas Bahtra, di Senayan, Jakarta, Senin (18/05/2026). 

Baca juga : 2 Bos Kebun Sawit Didakwa Rugikan Negara 992 Miliar

Wakil Ketua Komisi II DPR ini menjelaskan, Presiden Prabowo paham betul dinamika ekonomi global, termasuk dampak perang dagang, ketidakpastian geopolitik, serta tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang. Namun, Kepala Negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga psikologi publik dan membangun optimisme nasional. 

“Presiden tidak ingin rakyat dibebani rasa takut berlebihan. Pesan Beliau sederhana, yakni jangan mudah panik, jangan mudah merasa Indonesia akan kolaps hanya karena tekanan global. Kita punya kekuatan ekonomi domestik yang besar,” tegasnya. 

Dia menambahkan, pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” merupakan cara komunikasi sederhana untuk menggambarkan bahwa ekonomi rakyat di tingkat bawah tetap bergerak dan bertahan karena ditopang sektor riil domestik. 

“Artinya ekonomi rakyat kita punya daya tahan karena bertumpu pada produksi dan konsumsi dalam negeri,” jelasnya. 

Baca juga : Tata Kelola Fiskal Sehat, Akuntabel Dan Terbuka

Bahtra menambahkan, pemerintahan Prabowo sedang menjalankan agenda besar kemandirian ekonomi nasional. Di antaranya melalui program hilirisasi industri, swasembada pangan, ketahanan energi, penguatan koperasi desa merah putih, industrialisasi nasional, serta peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. 

“Kita memperkuat hilirisasi, memperbesar ekspor, mengurangi ketergantungan impor, dan membangun kekuatan produksi nasional. Banyak program prioritas Pemerintah yang basisnya kekuatan domestik, bukan ketergantungan terhadap dolar,” terangnya. 

Menurut Bahtra, narasi pesimisme yang terus dibangun pihak tertentu terhadap kondisi ekonomi nasional justru berpotensi melemahkan kepercayaan publik dan psikologi pasar. Padahal, dalam situasi global yang sulit, bangsa ini membutuhkan optimisme dan kepercayaan diri. 

“Presiden Prabowo sedang membangun semangat itu. Jangan setiap pernyataan dipotong lalu dijadikan bahan propaganda politik,” katanya. 

Baca juga : Trafik Penumpang Kapal ASDP Melonjak Tajam

Bahtra pun mengajak masyarakat untuk melihat pidato Presiden secara utuh, objektif, dan substansial, bukan melalui potongan narasi yang menyesatkan. 

“Presiden Prabowo sedang menyampaikan pesan besar bahwa Indonesia harus percaya pada kekuatan sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, dan terus melangkah menuju kemandirian ekonomi nasional,” tutupnya. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 17.600 per dolar AS. Prabowo menyatakan, masyarakat pedesaan pada umumnya tidak terlalu terpengaruh fluktuasi kurs karena aktivitas ekonomi mereka tidak bergantung pada dolar AS. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.