Dark/Light Mode

RI Peringkat 1 Dunia Transparansi Insentif Pajak

Tata Kelola Fiskal Sehat, Akuntabel Dan Terbuka

Selasa, 19 Mei 2026 06:30 WIB
RI Peringkat 1 Dunia Transparansi Insentif Pajak Tata Kelola Fiskal Sehat, Akuntabel Dan Terbuka

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia mencatat capaian baru dalam tata kelola fiskal global setelah meraih peringkat pertama dunia dalam Global Tax Expenditures Transparency Index (GTETI) 2026. Pengakuan tersebut menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara maju dalam aspek transparansi pelaporan insentif perpajakan.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Surjantoro mengatakan, capaian itu menunjukkan komitmen Pemerintah memperkuat tata kelola fiskal yang sehat, akuntabel, dan terbuka kepada publik.

“Dalam Global Tax Expenditures Transparency Index (GTETI) yang resmi dirilis pada 11 Mei 2026, Tax Expenditure Report (TER) Indonesia meraih posisi teratas dari 116 negara,” ujar Deni dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Menurut Deni, capaian tersebut melanjutkan tren peningkatan konsisten Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, Indonesia berada di posisi ke-15. Kemudian naik ke peringkat kedua pada 2024, hingga akhirnya menduduki posisi pertama dunia pada 2026.

Baca juga : Trafik Penumpang Kapal ASDP Melonjak Tajam

Dia menjelaskan, penguatan transparansi dilakukan melalui pelaporan belanja perpajakan atau TER yang memuat berbagai fasilitas perpajakan beserta tujuan kebijakan, nilai insentif, sektor penerima manfaat, hingga dampaknya terhadap perekonomian.

“Melalui laporan ini, publik dapat melihat berbagai fasilitas perpajakan yang diberikan negara. Termasuk nilai, tujuan kebijakan, jenis pajak, sektor penerima manfaat, serta arah dukungannya bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Deni menuturkan, transparansi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sekaligus memastikan setiap insentif perpajakan dapat diawasi secara akuntabel.

Pemerintah, kata dia, juga memastikan kebijakan insentif perpajakan tetap diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta dunia usaha, dan mendorong investasi nasional.

Baca juga : Pemukiman Padat Butuh Tempat Kelola Sampah

“Pada triwulan I-2026, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tercatat tumbuh 5,96 persen secara tahunan. Sementara realisasi investasi langsung meningkat 7,22 persen,” ujarnya.

Deni mengatakan, insentif pajak yang dilaporkan dalam TER menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat dan pelaku UMKM.

“Rumah tangga dan UMKM menerima manfaat lebih dari 70 persen dari keseluruhan belanja perpajakan atau sekitar Rp 389 triliun pada tahun 2025,” ujarnya.

Dia menambahkan, berbagai insentif tersebut diberikan untuk mendukung kebutuhan pokok masyarakat, menekan biaya pendidikan, kesehatan, dan transportasi, sekaligus menopang penciptaan lapangan kerja serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Baca juga : Parade Juara Inter Ejek Milan

“Kementerian Keuangan terus berkomitmen memperkuat kualitas transparansi belanja perpajakan sebagai bagian penting dari tata kelola fiskal yang sehat dan akuntabel,” pungkas Deni. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 19 Mei 2026 dengan judul "RI Peringkat 1 Dunia Transparansi Insentif Pajak Tata Kelola Fiskal Sehat, Akuntabel Dan Terbuka"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.