Dark/Light Mode

Abraham Garuda Laksono Ajak Kader PDIP Rawat Semangat Kebangkitan Nasional

Rabu, 20 Mei 2026 13:28 WIB
Wakil Ketua Bidang Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata DPD PDI Perjuangan Banten Abraham Garuda Laksono saat saresehan politik refleksi Harkitnas 2026 di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kabupaten Tangerang, Rabu (20/5/2026). Dok. Ist
Wakil Ketua Bidang Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata DPD PDI Perjuangan Banten Abraham Garuda Laksono saat saresehan politik refleksi Harkitnas 2026 di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kabupaten Tangerang, Rabu (20/5/2026). Dok. Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dimaknai berbeda oleh Abraham Garuda Laksono. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Wakil Ketua Bidang Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata DPD PDI Perjuangan Banten itu memilih menggelar saresehan politik bersama kader partai di akar rumput.

Kegiatan berlangsung di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (20/5/2026). Sejumlah pengurus PAC PDI Perjuangan dari tujuh kecamatan hadir dalam forum tersebut. Mulai dari Curug, Kelapa Dua, Panongan, Cikupa, Legok, Pagedangan hingga Cisauk.

Suasana saresehan berlangsung hangat. Para kader duduk lesehan sambil berdiskusi soal kondisi sosial masyarakat, tantangan kaderisasi hingga pentingnya menjaga soliditas partai di tingkat bawah.

Dalam sambutannya, Abraham menegaskan bahwa Harkitnas tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Menurut dia, momentum kebangkitan nasional harus menjadi pengingat agar bangsa ini tidak kehilangan arah di tengah tekanan global.

“Harkitnas adalah panggilan sejarah agar bangsa ini tidak kehilangan arah. Ketika dunia dilanda konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, rakyat kecil menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya,” kata Abraham.

Ia menyinggung kondisi ekonomi yang belakangan dirasakan masyarakat. Harga kebutuhan pokok naik, daya beli melemah, sementara tekanan hidup makin berat. Abraham menilai situasi global ikut memengaruhi stabilitas ekonomi nasional, termasuk melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Baca juga : Guru Besar Trisakti: MBG Perkuat SDM Dan Ketahanan Nasional

Karena itu, menurutnya, politik harus tetap berpihak kepada rakyat kecil.

“Kalau politik kehilangan orientasi kerakyatan, masyarakat bawah yang paling terdampak,” ujarnya.

Abraham kemudian mengajak kader PDI Perjuangan kembali mengingat semangat kebangkitan nasional yang dipelopori Budi Utomo pada 1908. Setelah 118 tahun berlalu, Indonesia memang berkembang. Namun, ia menilai masih banyak persoalan mendasar yang harus diperjuangkan bersama.

Mulai dari ketimpangan ekonomi, akses pendidikan hingga pelayanan kesehatan.

“Kesadaran nasional harus terus dirawat. Kebangkitan bangsa bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga membangun karakter, solidaritas sosial dan keberanian berpihak kepada rakyat kecil,” katanya.

Dalam forum itu, Abraham juga menekankan pentingnya kader partai memahami akar ideologi perjuangan yang berpijak pada Pancasila dan ajaran Marhaenisme Bung Karno.

Baca juga : Bantu Ekonomi Warga Rorotan, Mandiri Utama Finance Kembangkan Bank Sampah

Ia mengingatkan kader partai harus mampu menjadi “anak ideologis Bung Karno” yang tidak hanya aktif secara politik, tetapi juga memiliki kesadaran intelektual dan keberpihakan sosial.

Menurut Abraham, ajaran Trisakti Bung Karno masih relevan menghadapi tantangan globalisasi dan penetrasi budaya digital saat ini.

“Berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan masih sangat penting dijaga,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahaya jika kader partai kehilangan akar ideologinya.

“Kalau kader partai kehilangan akar ideologinya, politik akan mudah berubah hanya menjadi perebutan kekuasaan. Padahal politik seharusnya menjadi alat perjuangan untuk menghadirkan keadilan sosial,” tegasnya.

Saresehan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Pengurus PAC PDI Perjuangan Curug Soekoto menilai forum seperti itu penting untuk memperkuat kesadaran politik kader di tingkat bawah.

Baca juga : Gelar APFI 2026 di Bogor, PFI Ajak Pewarta Foto Semangat Berkarya

“Forum ini bukan sekadar konsolidasi organisasi, tetapi ruang untuk memperkuat semangat ideologis dan soliditas kader,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua PAC PDI Perjuangan Kelapa Dua Budi. Menurut dia, tradisi diskusi politik dan refleksi kebangsaan harus terus dihidupkan agar kader partai tidak kehilangan arah perjuangan.

“Supaya kader tidak sekadar hadir saat momentum elektoral, tetapi benar-benar memahami sejarah perjuangan bangsa dan tanggung jawab moral kepada rakyat,” katanya.

Melalui momentum Harkitnas 2026, Abraham berharap kader PDI Perjuangan terus menjaga semangat persatuan, nasionalisme dan gotong royong di tengah dinamika zaman.

Baginya, kebangkitan nasional hari ini bukan hanya mengenang masa lalu. Tetapi juga melahirkan kesadaran baru untuk memperjuangkan masa depan Indonesia yang lebih berkeadilan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.