Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Idrus Marham: Film Pesta Babi Percepat Pembuktian Manfaat Program Merauke
Sabtu, 6 Juni 2026 15:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham menilai, kemunculan film dokumenter Pesta Babijustru menjadi momentum penting untuk mempercepat sosialisasi sekaligus membuktikan kepada publik tujuan sebenarnya dari program pengembangan pangan nasional di Merauke, Papua Selatan.
Menurut Idrus, polemik yang muncul akibat film tersebut perlu disikapi secara jernih, objektif, dan proporsional.
Masyarakat, kata dia, perlu memahami secara utuh latar belakang, tujuan, proses, serta hasil program yang dijalankan pemerintah, bukan hanya berdasarkan potongan-potongan narasi yang berpotensi melahirkan kesimpulan sepihak.
"Kalau kita lihat dari hikmahnya, kita justru berterima kasih dengan adanya film itu. Karena film tersebut mempercepat proses penjelasan kepada masyarakat bahwa ada perbedaan mendasar antara apa yang terjadi dulu dengan apa yang dilakukan pemerintah sekarang," kata Idrus, Sabtu (6/6/2026).
Ia mengaku tidak ingin terlalu jauh mengkaji motif, kepentingan, maupun kemungkinan adanya pihak tertentu di balik produksi film dan polemik yang berkembang setelahnya.
Menurutnya, perdebatan mengenai niat atau latar belakang pembuat film bukanlah hal utama yang perlu dipersoalkan saat ini.
"Karena itu, sekali lagi saya tidak ingin mengkaji lebih jauh soal niat, motivasi, latar belakang maupun tujuan di balik film tersebut. Termasuk kemungkinan adanya oknum atau pihak-pihak tertentu yang bermain di balik polemik ini. Saya lebih memilih fokus melihat hikmahnya," tegasnya.
Baca juga : Golkar: Diplomasi Presiden Perkuat Kepentingan Nasional
Menurut Idrus, hikmah terbesar dari kemunculan film tersebut adalah terbukanya ruang diskusi yang lebih luas mengenai program strategis pemerintah di Merauke.
Dengan meningkatnya perhatian publik, pemerintah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menjelaskan fakta-fakta di lapangan secara terbuka.
Dalam keterangannya, Idrus yang dikenal sebagai inisiator debat kandidat presiden pertama pada Pemilu 2004 mengajak sutradara Pesta Babi, Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale, serta para aktivis lingkungan untuk bersama-sama mengunjungi Merauke untuk melihat langsung pelaksanaan program pengembangan pangan nasional.
Menurutnya, kunjungan tersebut dapat menjadi sarana memperoleh gambaran yang lebih utuh berdasarkan fakta di lapangan tanpa harus saling mencurigai.
Idrus menegaskan bahwa pembangunan kawasan pangan di Merauke tidak dapat disamakan dengan praktik eksploitasi sumber daya alam pada masa lalu yang hanya berorientasi pada pengambilan hasil hutan tanpa memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
"Kalau dulu orang hanya mengambil kayu lalu meninggalkan kerusakan, sekarang berbeda. Yang dilakukan adalah membuka lahan untuk kepentingan rakyat, untuk ketahanan pangan bangsa, dan ada hasil yang bisa dirasakan masyarakat," tuturnya.
Ia menilai, kritik yang muncul seharusnya dijawab melalui data, fakta, dan hasil nyata. Karena itu, masyarakat perlu melihat langsung perkembangan program ketahanan pangan yang sedang berjalan, termasuk peningkatan produksi pertanian, pembangunan jaringan irigasi, serta penyediaan alat dan mesin pertanian bagi petani.
Baca juga : Istana Pastikan Pergantian Pimpinan BGN Tak Ganggu Pelaksanaan Program MBG
Pernyataan Idrus sejalan dengan penjelasan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan bahwa program pengembangan lahan di Merauke merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Menurut Amran, pemerintah terus melakukan optimalisasi lahan, pembangunan jaringan irigasi, serta menyediakan berbagai alat dan mesin pertanian guna meningkatkan produktivitas petani.
Mentan menyebut, hasil program tersebut mulai dirasakan masyarakat Papua. Salah satu indikatornya adalah penurunan harga beras yang sebelumnya mencapai sekitar Rp 30.000 per kilogram menjadi sekitar Rp 13.000 per kilogram, seiring meningkatnya ketersediaan pasokan pangan di wilayah tersebut.
Selain Merauke, pemerintah juga menjalankan program optimalisasi lahan dan peningkatan produktivitas pertanian di berbagai daerah lain untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sejumlah kawasan yang sebelumnya berupa rawa bahkan kini mampu ditanami hingga tiga kali dalam setahun.
Karena itu, Idrus menegaskan masyarakat tidak perlu bersikap reaktif terhadap film dokumenter tersebut.
Menurutnya, semakin luas masyarakat mengetahui kondisi lapangan dan hasil program yang berjalan, semakin mudah pula membedakan antara narasi dan realitas.
Baca juga : Kementan Perkuat Pengawalan Sentra Pangan Merauke
"Yang penting program ini terus berjalan dan hasilnya bisa dirasakan rakyat. Semakin banyak orang melihat langsung fakta di lapangan, semakin jelas bahwa filosofinya berbeda, tujuannya berbeda, caranya berbeda, dan manfaatnya juga berbeda. Pada akhirnya rakyat yang akan memberikan penilaian," kata Idrus.
Bagi Idrus, ukuran utama keberhasilan bukanlah seberapa keras kritik yang dilontarkan, melainkan seberapa besar manfaat yang diterima masyarakat.
Selama program tersebut mampu meningkatkan produksi pangan, memperkuat ketahanan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Papua, maka program tersebut layak untuk terus didukung dan dikawal bersama.
"Mari kita sebagai sesama anak bangsa mendukung percepatan pelaksanaan program yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat," pungkas Idrus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya