Dark/Light Mode

Hadiri AFF 2026 Di Vietnam, Golkar Perkuat Posisi Indonesia Di ASEAN

Sabtu, 13 Juni 2026 06:50 WIB
Ketua DPP Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono. (Foto: Tedy Kroen/rm.id)
Ketua DPP Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono. (Foto: Tedy Kroen/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Golkar berkomitmen memperkuat peran Indonesia di tingkat regional melalui diplomasi antarpartai, modernisasi organisasi, dan penerapan strategi diplomasi ekuidistan. Komitmen itu ditunjukkan melalui keikutsertaan Golkar dalam ASEAN Future Forum (AFF) 2026, di Hanoi, Vietnam, Selasa (9/6/2026).

Mengusung tema "Shaping Our Future Together: Peace, Prosperity, People-Centered", AFF 2026 menekankan pentingnya ASEAN bertindak dengan persatuan, visi, dan ambisi yang lebih besar dalam menghadapi ketidakpastian global.

Ketua DPP Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan, forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di kawasan ASEAN sekaligus memperluas jejaring politik antarpartai. Sebagai langkah awal, Golkar menekankan pentingnya kerja sama antarpartai di ASEAN.

Party-to-party cooperation merupakan instrumen strategis dalam diplomasi politik, sejalan dengan pandangan Vietnam bahwa penguatan hubungan antarpartai diperlukan untuk menjaga stabilitas kawasan," ujar Dave, dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

Menurut Dave, selain memperkuat diplomasi politik kawasan, Golkar juga menaruh perhatian besar pada konsolidasi internal dan modernisasi partai. Momentum AFF 2026 dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen pembaruan organisasi melalui penguatan kaderisasi berbasis merit, digitalisasi komunikasi politik, serta peningkatan kapasitas partai dalam merespons isu-isu lintas negara, seperti energi dan teknologi.

Baca juga : Ahmad Luthfi Gandeng KPK Benahi Izin Pertambangan

Golkar menegaskan pentingnya posisi Indonesia dalam dinamika geopolitik kawasan melalui strategi diplomasi ekuidistan atau kesamaan dari dua titik berbeda. "Golkar menekankan posisi Indonesia dalam geopolitik regional melalui strategi diplomasi ekuidistan," kata Dave.

Wakil Ketua Komisi I DPR itu menjelaskan, pendekatan tersebut memungkinkan Indonesia menjaga hubungan yang seimbang dengan berbagai kekuatan besar dunia tanpa terjebak dalam blok politik tertentu. Strategi ini sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai penghubung regional dan mendukung implementasi kebijakan luar negeri nasional.

Dave menambahkan, tema perdamaian, kemakmuran, dan keterlibatan masyarakat yang menjadi fokus AFF 2026 sejalan dengan agenda Golkar dalam membangun diplomasi yang berpihak pada kepentingan rakyat.

"Partisipasi para elite kawasan dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring antarpartai. Sementara itu, arah geostrategi Indonesia diproyeksikan ke forum ASEAN, menampilkan Golkar sebagai aktor politik yang adaptif terhadap dinamika global," jelasnya.

Dia menegaskan, strategi ekuidistan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat posisi Indonesia di ASEAN. "Golkar berkomitmen menjaga keseimbangan geopolitik melalui strategi ekuidistan yang memperkuat peran Indonesia di ASEAN," tegas Dave.

Baca juga : COO Danantara Ajak Jaga Optimisme

Menurutnya, transformasi partai merupakan fondasi penting untuk mendukung stabilitas nasional dan memperluas kontribusi Indonesia dalam diplomasi regional.

Dave menambahkan, langkah tersebut memiliki implikasi strategis berupa penguatan diplomasi partai sebagai pilar baru dalam memperluas peran politik luar negeri Indonesia. Selain itu, modernisasi organisasi dinilai dapat memperkuat stabilitas nasional dan menjaga keseimbangan geopolitik kawasan.

Dengan demikian, kata Dave, Partai Golkar tampil di Vietnam pasca-ASEAN Future Forum 2026 sebagai aktor politik yang mampu menyeimbangkan kepentingan domestik dan regional.

“Komitmen pada pengembangan partai, diplomasi antarpartai, serta kontribusi terhadap kebijakan luar negeri Indonesia menunjukkan bahwa Golkar tidak hanya berorientasi pada politik nasional, tetapi juga memainkan peran strategis di tingkat ASEAN," tutupnya.

Dalam forum tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono menyerukan pentingnya negara-negara anggota ASEAN menjaga sentralitas dan persatuan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global.

Baca juga : RI-UEA Perkuat Investasi, Pangan Dan Infrastruktur

"Kerja sama regional kita harus tetap kohesif, berorientasi ke luar, dan adaptif untuk memastikan masa depan yang damai, makmur, dan tangguh bagi semua," ujar Sugiono, saat berpidato mewakili Presiden Prabowo Subianto.

Sugiono juga menyampaikan harapan agar Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Vietnam semakin diperkuat demi kesejahteraan masyarakat kedua negara. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.