Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Musda Golkar Sulsel, Appi Tegaskan Belum Kibarkan Bendera Putih
Selasa, 30 Juni 2026 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Peta pertarungan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), masih panas. Surat diskresi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, Bahlil Lahadalia, belum menurunkan tensi perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulsel periode 2026-2031.
Ketua Umum (Ketum) DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan surat diskresi kepada mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), di kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (24/6/2026) malam. Surat tersebut membuka peluang bagi Aco, sapaan akrab IAS, untuk maju di Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulsel.
Namun begitu, perjalanan Aco menuju kursi Golkar Sulsel 1, belum tentu mulus. Pesaingnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, belum mengibarkan bendera putih. Appi memastikan tetap maju dalam kontestasi Musda DPD I Golkar Sulsel.
Sikap Appi diungkap Aco kepada media di sela-sela konsolidasi bersama sejumlah pengurus DPD II, atau pengurus tingkat kabupaten dan kota se-Provinsi Sulsel, di kediamannya, di Makassar, Minggu (28/6/2026) sore.
Menurut Aco, kepastian Appi tetap maju dalam Musda DPD I Golkar Sulsel, diketahui setelah dirinya menemui Appi di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat (26/6/2026) malam, atau dua hari setelah menerima surat diskresi dari DPP Golkar.
Aco mengatakan, dirinya sengaja menemui Appi di rumah dinasnya, sebagai bentuk penghormatan kepada sesama kader sekaligus menyampaikan amanah yang diterimanya dari DPP. Dalam pertemuan sekitar 30 menit itu, dia juga mengajak Appi membangun kolaborasi demi menjaga soliditas partai jelang Musda.
Baca juga : Top, PLTP Kamojang Pasok Listrik Ke 260 Ribu Keluarga
Namun, lanjut Aco, ajakan itu belum mendapat respons sesuai harapan.
“Saya menyampaikan dan mengajak. Tapi, beliau bilang, ‘Saya juga punya suara, saya masih mendapat dukungan dari teman-teman DPD II, jadi biarkanlah kita berjalan.’ Saya bilang, oke kalau begitu,” tuturnya.
Lebih lanjut, Aco mengatakan, surat diskresi yang diterimanya memang bersifat administratif, atau sekadar bertujuan untuk memenuhi syarat pencalonan. Namun, secara politik, diskresi tersebut merupakan sinyal kuat tentang restu dan dukungan DPP Golkar kepada dirinya.
“Diskresi itu menjadi simbol bahwa DPP Golkar menginginkan ini. Kalau tidak, tentu tidak akan dikeluarkan. Sepanjang pengalaman, tidak pernah ada dua diskresi yang sama-sama berlaku,” tegasnya.
Meski mengaku mendapat dukungan DPP, Aco tak mau mengungkap isi pembicaraannya dengan Ketum Golkar, Bahlil Lahadalia, saat penyerahan surat tersebut. “Itu tidak bisa saya ekspos,” elaknya.
Saat ini, tambah dia, pihaknya fokus bergerak untuk mengonsolidasikan kekuatan internal. Dalam pertemuan tertutup di kediamannya, ungkap Aco, pihaknya telah mengantongi dukungan resmi dari 15 DPD II Gol kar se-Provinsi Sulsel.
Baca juga : Menteri Bahlil Ajak Kampus Kejar Target Program E20
Rinciannya, urai dia, sebanyak 12 ketua DPD II hadir langsung menyerahkan surat dukungan, sementara tiga DPD lainnya diwakili pengurus. Selain itu, tiga DPD II disebut telah menyatakan dukungan secara lisan dan dua lainnya masih dalam proses komunikasi.
“Insya Allah kami masih mengajak dan optimistis bisa menembus dukungan 20 DPD II,” ucapnya.
Aco menegaskan, dukungan yang mengalir bukan dimaksudkan untuk mempertentangkan figur. Menurutnya, para pemilik suara memahami mekanisme organisasi dan memilih bersikap tegak lurus terhadap kebijakan DPP.
“Saya tidak mengatakan Pak Appi tidak bagus. Tapi, teman-teman melihat saya mendapat diskresi dari DPP Golkar sehingga mereka memberikan dukungan,” tandasnya.
Sebelumnya, Direktur Nurani Strategic Consulting, Nurmal Idrus menilai, soliditas dukungan yang diberikan DPD II kepada Appi, sulit dibendung dalam Musda. Menurutnya, Appi telah mengantongi mayoritas suara sah, baik secara tertulis maupun lisan, hingga berpeluang terpilih secara aklamasi.
“Secara matematis, angka 21 DPD II itu sangat menentukan. Dalam tradisi Golkar, suara DPD II adalah pemegang kunci. Ini menunjukkan, Appi berhasil membangun simpul kepercayaan yang kuat di tingkat daerah,” jelasnya.
Baca juga : Aksi Nyata Warga Bantu Jakarta Jadi Kota Global
Namun begitu, Nurmal mengingatkan, Appi tetap tidak boleh mengabaikan satu faktor krusial dalam kontestasi Musda Golkar Sulsel, yakni pendekatan dengan pengurus DPP di Jakarta. Dia menilai, meski dukungan DPD II telah mencapai 81 persen, keputusan akhir tetap melibatkan pertimbangan DPP Golkar.
“Variabel terakhir tetap ada di DPP Golkar. Biasanya, DPP akan bersikap realistis, dan penentuan pemenang Musda tingkat provinsi tidak selalu ditentukan oleh suara terbanyak di DPD II. Ini perlu dicermati dengan baik agar tidak menjadi batu sandungan,” terangnya.
Ketua DPD II Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin, juga telah menegaskan kesiapan untuk maju dalam perebutan Ketua DPD Golkar Sulsel periode 2026-2031. Dia mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat peran dan posisi, serta kembali menjadikan Golkar sebagai partai terbesar di Provinsi Sulsel.
“Ini waktu yang tepat untuk menjalankan berbagai strategi dan pendekatan-pendekatan dalam rangka memperkuat posisi Golkar di kancah politik lokal,” ujar Appi, sapaan Munafri Arifuddin.
Dia mengungkapkan, pihaknya telah melakukan silaturahmi ke tokoh-tokoh senior dan elit Golkar, untuk memperkuat posisi pencalonan di Musda XI Golkar. Di antaranya, Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, serta mantan Wakil Presiden yang juga mantan Ketua Umum DPP Golkar, Jusuf Kalla (JK).
“Dalam silaturahmi itu, kami mendapat lampu hijau untuk maju di Musda. Kami mendapat izin untuk melakukan sosialisasi, serta membangun strategi untuk mengembalikan marwah dan menjadikan Golkar sebagai pemenang Pemilu di Sulsel,” urainya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya