Dark/Light Mode

Demokrat Dan Jalan Merebut Kembali Hati Rakyat

Sabtu, 12 September 2026 17:00 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jemmy Setiawan. Foto: Dok Jemmy Setiawan
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jemmy Setiawan. Foto: Dok Jemmy Setiawan

RM.id  Rakyat Merdeka - Seperempat abad adalah usia yang cukup panjang bagi sebuah partai politik untuk melihat ke belakang, tetapi sekaligus terlalu muda untuk berhenti menatap masa depan.

Bagi Partai Demokrat, usia 25 tahun seharusnya tidak diperlakukan sebagai ruang nostalgia, apalagi sekadar perayaan organisasi.

Dia justru menjadi momentum untuk menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: masihkah Demokrat memiliki harapan untuk semakin besar dan kembali merebut hati rakyat? Saya melihat harapan itu ada.

Namun, dalam politik, harapan tidak cukup dibangun dari optimisme. Harapan harus memiliki fondasi. Ia membutuhkan kepemimpinan, pengalaman, organisasi yang hidup, serta kemampuan mengubah seluruh modal tersebut menjadi kerja politik yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Hari ini setidaknya ada empat modal yang bekerja secara bersamaan di tubuh Partai Demokrat. Masing-masing memiliki fungsi berbeda, tetapi jika terus disatukan dalam satu arah, semuanya dapat memberi kontribusi terhadap penguatan Demokrat menuju masa depan.

Baca juga : Prabowo Pidato di HUT Demokrat: Demokrasi Banyak Warna, Tapi Rukun

Modal SBY

Modal pertama tentu tidak dapat dilepaskan dari Susilo Bambang Yudhoyono. SBY bukan hanya pendiri dan figur penting dalam sejarah Partai Demokrat.

Sepuluh tahun pengalaman memimpin Indonesia telah meninggalkan pengetahuan politik, pengalaman pemerintahan, jaringan, tradisi organisasi, serta memori publik yang menjadi aset besar bagi Demokrat.

Namun, cara terbaik memperlakukan modal SBY bukanlah dengan terjebak pada romantisme masa lalu. Tidak ada zaman yang dapat diulang persis sama. Tantangan Indonesia hari ini berbeda dengan Indonesia dua dekade lalu.

Generasi pemilih berubah, teknologi berubah, cara masyarakat memperoleh informasi berubah, bahkan cara rakyat menilai partai politik juga berubah.

Baca juga : Partai Ummat Hadiri HUT Demokrat, Dorong Sinergi Partai Politik

Karena itu, warisan terbesar SBY justru harus dibaca sebagai pengalaman dan pengetahuan kelembagaan. Pengalaman tentang bagaimana mengelola pemerintahan, menjaga stabilitas, menghadapi krisis, membangun kebijakan publik, serta mengelola hubungan antara politik dan kepentingan negara.

Pengalaman semacam itu merupakan modal yang sangat berharga. Tantangannya adalah bagaimana pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi jawaban yang relevan terhadap persoalan masyarakat hari ini.

Dengan demikian, SBY tidak ditempatkan sekadar sebagai simbol kejayaan masa lalu, tetapi menjadi salah satu fondasi pengetahuan bagi perjalanan Demokrat ke masa depan.

Modal AHY

Modal kedua adalah Agus Harimurti Yudhoyono. Di bawah kepemimpinan AHY, Demokrat sedang menjalani proses transisi generasi yang penting.

Baca juga : FULL! Pidato Lengkap Prabowo Dalam HUT Partai Demokrat: Nyontek Yang Baik Boleh

Sebuah partai yang pernah memimpin pemerintahan kini dipimpin oleh generasi yang berbeda, menghadapi pemilih yang berbeda, serta berhadapan dengan konfigurasi politik yang juga terus berubah.

Di sinilah AHY memiliki tantangan sekaligus peluang. Tantangannya adalah membuktikan bahwa regenerasi bukan sekadar pergantian usia atau nama. Regenerasi harus menghasilkan cara kerja, gagasan, komunikasi, serta kapasitas kepemimpinan yang relevan dengan zamannya.

AHY juga berada pada posisi yang memungkinkan dirinya membangun jembatan antara pengalaman generasi sebelumnya dengan aspirasi generasi baru. Modal ini menjadi semakin penting karena masa depan politik Indonesia akan sangat ditentukan oleh generasi muda.

Mereka tidak selalu memiliki ikatan emosional dengan sejarah politik masa lalu. Mereka cenderung menilai pemimpin dari apa yang dikerjakan hari ini dan apa yang ditawarkan untuk masa depan.

Karena itu, kekuatan AHY bukan semata-mata pada usia atau latar belakangnya. Kekuatan sesungguhnya akan ditentukan oleh kemampuannya membangun rekam jejak kepemimpinan sendiri, sekaligus membawa Demokrat semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor