Dark/Light Mode

Demokrat Dan Jalan Merebut Kembali Hati Rakyat

Sabtu, 12 September 2026 17:00 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jemmy Setiawan. Foto: Dok Jemmy Setiawan
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jemmy Setiawan. Foto: Dok Jemmy Setiawan

 Sebelumnya 
Struktur yang Semakin Menguat

Modal ketiga sering kali tidak terlihat di panggung besar politik, tetapi justru menentukan hidup dan matinya sebuah partai: struktur. Partai politik tidak mungkin hanya hidup di Jakarta. Ia harus hidup di provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, desa, kelurahan, bahkan sampai pada komunitas terkecil tempat masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari.

Karena itu, proses konsolidasi dan warming up seluruh instrumen Partai Demokrat menjadi sangat penting. DPP, DPD, DPC, struktur di bawahnya, anggota legislatif, organisasi sayap, badan-badan partai, kader, kepala daerah, hingga jejaring relawan dan simpatisan harus mulai bergerak dalam irama yang sama.

Mesin politik yang lama tidak dipanaskan tidak mungkin tiba-tiba diminta berlari cepat menjelang pemilu. Pemanasan itu harus dilakukan sejak sekarang.

Namun, konsolidasi tidak boleh dipahami hanya sebagai rapat, spanduk, baliho, atau seremoni organisasi. Konsolidasi yang sebenarnya terjadi ketika kader kembali hadir di tengah masyarakat, mengetahui persoalan di wilayahnya, mendengarkan keluhan rakyat, membantu mencari penyelesaian, sekaligus membawa persoalan tersebut menjadi agenda perjuangan dan kebijakan.

Di sinilah struktur berubah dari sekadar hierarki organisasi menjadi jaringan sosial politik. Jika setiap struktur Demokrat memiliki kemampuan mendengar masyarakat dan bergerak menyelesaikan persoalan, maka partai akan memiliki ribuan bahkan jutaan titik perjumpaan dengan rakyat. Politik pada akhirnya memang dibangun dari perjumpaan seperti itu.

Baca juga : Prabowo Pidato di HUT Demokrat: Demokrasi Banyak Warna, Tapi Rukun

Sekjen sebagai Mesin Penggerak dan Akselerator

Modal keempat berada pada manajemen organisasi. Ketua Umum memberikan arah dan kepemimpinan politik. Namun sebuah partai besar membutuhkan sistem yang mampu memastikan arah itu bergerak sampai ke bawah.

Dalam konteks itulah posisi Sekretaris Jenderal menjadi sangat strategis. Sekjen bukan semata-mata administrator organisasi. Ia merupakan mesin penggerak yang memastikan setiap bagian partai bergerak, sekaligus akselerator yang membuat gerakan tersebut semakin cepat, terkonsolidasi, dan terukur. Instruksi politik harus diterjemahkan menjadi agenda organisasi.

Agenda harus memiliki target. Target harus sampai ke daerah. Daerah harus bergerak. Hasilnya kemudian dievaluasi. Siklus inilah yang menentukan apakah sebuah partai hanya ramai di tingkat elite atau benar-benar hidup sampai ke akar rumput.

Kepemimpinan politik Ketua Umum membutuhkan mesin organisasi yang kuat untuk menerjemahkannya menjadi kerja konkret. Di situlah Sekjen memainkan peran penting sebagai penghubung antara gagasan, keputusan, struktur, dan eksekusi.

Ketika fungsi ini berjalan baik, organisasi tidak bergerak secara sporadis. Seluruh instrumen partai dapat bergerak dalam satu ritme, satu arah, dan satu tujuan.

Baca juga : Partai Ummat Hadiri HUT Demokrat, Dorong Sinergi Partai Politik

Dari Modal Politik Menjadi Kepercayaan

Empat modal tersebut, SBY, AHY, struktur yang semakin aktif, serta mesin organisasi yang bergerak, memberi kontribusi terhadap semakin menguatnya Partai Demokrat sampai pada titik hari ini.

Tetapi tidak satu pun merupakan jaminan kemenangan. Dalam demokrasi tidak ada deposito suara. Kepercayaan rakyat tidak dapat diwariskan dari seorang tokoh kepada tokoh lainnya. Tidak pula otomatis berpindah dari sejarah keberhasilan pemerintahan menjadi dukungan elektoral pada masa sekarang.

Kepercayaan harus diperjuangkan kembali setiap hari. Itulah sebabnya orientasi Demokrat ke depan harus sederhana tetapi mendasar: kembali merebut hati rakyat melalui kerja yang relevan dengan kehidupan mereka.

Rakyat ingin lapangan pekerjaan. Rakyat ingin harga kebutuhan hidup terjangkau. Orang tua ingin pendidikan yang baik bagi anak-anaknya. Anak muda menginginkan kesempatan dan mobilitas sosial.

Petani membutuhkan produktivitas dan kepastian. Pelaku usaha membutuhkan ruang untuk tumbuh. Masyarakat ingin hukum berlaku adil dan negara hadir ketika mereka membutuhkan. Pada persoalan-persoalan itulah sebuah partai diuji.

Baca juga : FULL! Pidato Lengkap Prabowo Dalam HUT Partai Demokrat: Nyontek Yang Baik Boleh

Partai tidak akan menjadi besar hanya karena mampu berbicara tentang dirinya sendiri. Partai menjadi besar ketika rakyat merasa bahwa perjuangan partai juga merupakan perjuangan mereka.

Karena itu, perjalanan Demokrat hari ini sebaiknya tidak hanya dibaca sebagai upaya membangun kembali kekuatan elektoral menuju 2029. Ada pekerjaan yang lebih mendasar daripada itu.

SBY memberikan pengalaman. AHY membawa regenerasi dan energi kepemimpinan. Struktur membawa kekuatan sampai ke akar rumput. Sekjen bersama seluruh jajaran organisasi memastikan seluruh energi tersebut bergerak dalam satu arah. Semua memberi kontribusi terhadap menguatnya Partai Demokrat sampai pada titik ini.

Tantangan berikutnya adalah mengubah kekuatan internal itu menjadi kepercayaan publik. Jika seluruh modal tersebut dapat terus dipertemukan dengan kebutuhan nyata masyarakat, Demokrat memiliki alasan untuk optimistis menatap masa depan. Bukan sekadar optimistis menghadapi pemilu.

Lebih penting dari itu, optimistis untuk kembali memperoleh sesuatu yang jauh lebih berharga dalam politik: kepercayaan dan hati rakyat.

Penulis adalah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jemmy Setiawan

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor