Dark/Light Mode

Gerakan Kudeta Ngajak Pengurus KLB, Bakomstra Demokrat: Salah Alamat!

Selasa, 23 Februari 2021 15:21 WIB
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. (Foto: Ist)
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra geregetan dengan ulah Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD). Menurutnya, salah alamat jika pengurus Demokrat diajak menggelar Konferensi Luar Biasa (KLB).

"Saat ini, kalau ada oknum GPK PD yang mencoba mendekat, bakal diusir oleh mereka," ujar Herzaky kepada RM.id, Selasa (23/2).

Berita Terkait : Soal Banjir Di Jakarta, Demokrat: Lebih Baik Bantu Masyarakat Daripada Saling Menyalahkan

Herzaky menganalogikan aksi GPK PD mengajak KLB kepada pengurus partai di daerah itu salah alamat. Pasalnya, KLB itu menjadi sah atas kehendak pengurus. Dia mengklaim, saat ini pemilik suara, kader militant, hingga kader asli berada di barisan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Lah, KLB itu hak pemilik suara. Ini segelintir petualang politik sisa masa lalu dan mantan-mantan kader, mentang-mentang didukung oknum orang dekat Istana, mau mengadakan KLB, memangnya punya hak suara dari mana? Mungkin mau reunian aja kali, nyanyi-nyanyi sambil mengenang masa lalu," kelakarnya.

Berita Terkait : Goyangan Eksternal Demokrat Maluku Utara Berhasil Dipatahkan

Dijelaskannya, Demokrat itu Partai Tokoh. Dalam dinamika politik nasional pasca reformasi, Partai Demokrat dibuat untuk mendorong SBY menjadi Presiden. Dengan kata lain, SBY adalah alasan pembentukan Partai Demokrat. Tak ada SBY, tidak ada Partai Demokrat di Indonesia.

Sekarang, ada orang-orang yang dulu diajak untuk melengkapi syarat administrasi pembentukan partai, tiba-tiba merasa Partai Demokrat ada karena dirinya. Besar karena dirinya.

Berita Terkait : Isu Kudeta Demokrat Bukan Untuk Naikkan Elektabilitas

"Pun, mereka yang ikut berjuang bersama SBY, juga sudah mendapat buahnya. Ada yang menjadi menteri dan banyak yang menjadi anggota legislatif," sindirnya. [BSH]