Dark/Light Mode

Sukses Atasi Konflik Sosial, Megawati Raih Gelar Profesor Kehormatan

Selasa, 8 Juni 2021 14:29 WIB
Presiden Kelima RI, Megawati Sokarnoputri
Presiden Kelima RI, Megawati Sokarnoputri

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah menerima Bintang Jasa Negara untuk Persahabatan (State Order of Friendship) dari Republik Federasi Rusia, putri proklamator RI Soekarno, Megawati Sokarnoputri akan menerima gelar Professor Kehormatan dari Universitas Pertahanan (Unhan).

Ketua Umum PDI Perjuangan ini dinilai, berhasil menyelesaikan konflik sosial, yang terjadi di Ambon, Poso hingga bom Bali.

Berita Terkait : Terima Bintang Jasa Negara Dari Rusia, Megawati: Pelopor Perdamaian Dunia

Pemberian gelar ini akan dilakukan dalam sidang senat terbuka dalam rangka pengukuhan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Universitas Pertahanan RI kepada Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri.
 
"Pada Jumat (11/6), akan dilakukan sidang senat terbuka Unhan  dalam rangka pengukuhan gelar Profesor Kehormatan  Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategi pada Fakultas Strategi Pertahanan Unhas kepada Ibu Megawati Soekarnoputri,"ujar Rektor Unhan Laksamana Madya TNI, Amarulla Octavian dikutip, Antara, Selasa (8/6).
 
Octavian mengatakan, sidang senat akademik Unhan telah menerima hasil penilaian Dewan Guru Besar Unhan atas seluruh karya ilmiah Megawati Soekarnoputri sebagai syarat pengukuhan menjadi Profesor Kehormatan Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan.

Ia menjelaskan, pemberian gelar itu juga tidak terlepas dari kepemimpinan Megawati dalam menghadapi krisis multi dimensi di era pemerintahannya.

Berita Terkait : BPIP: Konten Positif Redam Ujaran Kebencian

Dalam hal ini, Unhan mencatat keberhasilan Megawati saat di pemerintahan dalam menuntaskan konflik sosial, seperti penyelesaian konflik Ambon, penyelesaian konflik Poso, pemulihan pariwisata pasca bom Bali, dan penanganan permasalahan TKI di Malaysia.

"Ibu Megawati menjadi presiden pertama perempuan di negara kita. Di era Ibu Megawati pertama kalinya diselenggarakan pemilihan umum legislatif dan presidensi secara langsung," jelas Octavian.

Berita Terkait : Diasingkan PDIP, Pengamat: Ganjar Fokus Kerja Saja

Para Menteri Kabinet Gotong Royong di bawah kepemimpinan Megawati dan sejumlah guru besar dari dalam dan luar negeri pun mengakui peran Megawati dan telah memberikan rekomendasi akademik atas kuatnya karakter kepemimpinan Megawati.
 
Sejumlah guru besar, lanjut dia, menjadi promotor Megawati menjadi Profesor Kehormatan. Beberapa guru besar dari dalam negeri yang memberikan rekomendasi akademik berasal dari beberapa perguruan tinggi negeri papan atas. Sedangkan guru besar dari luar negeri berasal dari Jepang, Cina, Korea Selatan dan Perancis.
 
Ditambahkannya, sebelum pengukuhan gelar Profesor Kehormatan oleh Ketua Senat Unhan dilakukan, Megawati akan menyampaikan orasi ilmiah. Selaku kandidat penerima gelar, Megawati juga akan didampingi sejumlah Guru Besar pendamping kandidat.

Rencananya, acara ini akan dihadiri sejumlah pejabat termasuk Presiden RI dan Wakil Presiden serta sejumlah menteri kabinet serta undangan lainnya, dan dalam pelaksanaannya menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. [MFA]