Dewan Pers

Dark/Light Mode

Anggap Gerindra Dan Golkar Bukan Saingan

Di Sumut 2024, NasDem Ingin Kalahkan Banteng

Rabu, 10 Nopember 2021 07:15 WIB
Ketua NasDem Sumut, Iskandar saat acara konsolidasi partai NasDem di Medan, Senin (8/11/2021). (Foto: Ahmad Arfah/detikcom)
Ketua NasDem Sumut, Iskandar saat acara konsolidasi partai NasDem di Medan, Senin (8/11/2021). (Foto: Ahmad Arfah/detikcom)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sumatera Utara (Sumut) ingin mengalahkan Banteng di Pemilu dan Pilkada 2024.

Partai besutan Surya Paloh ini juga menganggap, Golkar dan Partai Gerindra bukan saingan. Menurut Ketua Partai NasDem Sumut, Iskandar, di Sumut, PDIP memperoleh 1,4 juta suara lebih. Gerindra 900 ribu suara dan Golkar 870 ribu suara. NasDem 820 ribu sekian suara.

Berita Terkait : Dorong Revisi UU 31/2014, Bamsoet Ingin LPSK Makin Kuat

“Golkar dan Gerindra suaranya hampir sama. Jadi Gerindra dan Golkar bukan saingan. Saingan utama kita PDIP,” jelasnya, dalam konsolidasi partai di Medan, kemarin.

Untuk bisa meraih target itu, Iskandar meminta semua kader NasDem Sumut bekerja sama secara maksimal dalam meraih suara besar dari masyarakat di Pemilu dan Pilkada 2024.

Berita Terkait : Menko PMK Kibarkan Bendera Perang Lawan Stunting

“Agar jadi pemenang tentu tidak mudah. Kita harus ekstra, memaksimalkan kekuatan. Kerja sama sangat penting,” tegasnya.

Iskandar juga mengimbau seluruh kader NasDem se-Sumut untuk bisa menargetkan kedudukan DPRD di sejumlah kabupaten, kota dan provinsi. Selain itu, kader diminta menyeleksi dan memilih kader-kader terbaik untuk maju di Pilkada 2024 dan sekuat tenaga memenangkannya. Hal itu bisa dilakukan dengan menyatu dengan kekuatan rakyat ada di daerah masing-masing.

Berita Terkait : PDIP Unggul, Golkar Bertekad Menang Di Pemilu 2024

“Kita rebut parlemen, gubernur, balai kota. Kita gunakan kekuatan itu untuk menyejahterakan rakyat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Partai Gerindra sudah pasang kuda-kuda untuk Pilgub Sumut 2024. Partai besutan Prabowo Subianto itu memproyeksikan bakal mengusung kader sendiri untuk bertarung di ajang pesta demokrasi lima tahunan itu.
 Selanjutnya