Dark/Light Mode

Pilwalkot Tangsel

Komika Marshel Makin Menguat

Minggu, 14 Juli 2024 07:20 WIB
Bakal Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Ahmad Riza Patria (ketiga kiri) dan Marshel Widianto (kedua kiri) menerima surat rekomendasi untuk maju di Pilkada Tangsel 2024, dari Partai NasDem, di Jakarta, Jumat (12/7/2024). (Foto: NasDem)
Bakal Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Ahmad Riza Patria (ketiga kiri) dan Marshel Widianto (kedua kiri) menerima surat rekomendasi untuk maju di Pilkada Tangsel 2024, dari Partai NasDem, di Jakarta, Jumat (12/7/2024). (Foto: NasDem)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai NasDem membuat kejutan di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Tangerang Selatan (Tangsel). Surya Paloh memutuskan untuk mendukung duet mantan Wagub DKI Ahmad Riza Patria dan komika Marshel Widianto.

Dukungan tersebut ditandai dengan penyerahan surat reko­mendasi dari Partai NasDem kepada Ariza (sapaan Ahmad Riza Patria) dan Marshel. Surat rekomendasi diserahkan Wasekjen NasDem Jakfar Sidik disaksikan sejumlah pengurus DPP NasDem, termasuk Ivanhoe Semen dan Citra Ali Fikri, di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Jumat (12/7/2024).

“DPP Partai NasDem dalam hal ini Bappilu kembali mengeluarkan rekomendasi untuk calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten kepada saudara Ahmad Riza Patria dan Marchel Widianto,” ungkap Jakfar Sidik dalam keterangannya, Sabtu (13/7/2024).

Ariza merupakan sosok ber­pengalaman di dunia politik. Dia menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 15 April 2020 hingga 16 Oktober 2022. Sebelumnya, dia merupakan DPR dua periode yakni 2014–2019 dan 2019–2024.

Sementara, Marshel merupakan komika populer. Dia mengawali karier di industri hiburan Tanah Air lewat kompetisi la­wak, menapaki jenjang kariernya dari bawah hingga tembus 20 besar kompetisi Stand Up Comedy Academy (SUCA) musim ketiga.

Kini, Marshel telah sukses menjadi seorang komika. Dia bahkan telah memulai debutnya sebagai aktor. Sekarang ini, meski banyak menuai sinisme, Marshel justru makin menguat untuk dicalonkan sebagai Wakil Wali Kota Tangsel.

Baca juga : Agar Jera, PPKS Bakal Diseret Ke Meja Hijau

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman meng­ingatkan publik untuk tidak menganggap remeh Marshel. Menurut dia, Marshel layak dicalonkan sebagai Wakil Wali Kota Tangerang Selatan.

“Pak Marshel juga seorang seniman. Kita tidak boleh me­mandang remeh seniman ini,” imbuhnya.

Menurut Habiburokhman, Marshel merupakan komika yang kritis terhadap situasi poli­tik di Tanah Air. Jika diberikan kekuasaan untuk memimpin, Marshel akan mampu beradapta­si dengan baik.

“Dia tahu hal-hal apa yang perlu diperbaiki ketika meme­gang kekuasaan,” katanya.

Sementara, untuk Ariza, menurutHabiburokhman, merupa­kan sosok yang memiliki segu­dang pengalaman. Sehingga, tak perlu diragukan lagi jika memimpin nantinya.

“Ya kan ada Pak Riza Patria. Kita tahu rekam jejak beliau di sini dua periode (anggota DPR), kemudian Wagub (DKI Jakarta). Sebelumnya juga sebagai aktivis di berbagai organisasi, ya ba­gus,” ujar dia.

Baca juga : Spanyol Vs Inggris, Pertarungan Sengit Dan Keras

Kendati demikian, dia menyebut,Partai Gerindra terus berkomunikasi agar partai politik lain mau mengusung pasangan Riza-Marshel. “Ya kita masih konsoli­dasi dululah. Dorong supaya par­tainya cukup dulu,” imbuhnya.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Zaki Mubarak menilai, pasanganAriza-Marshel tidak cukup kompetitif. Sebab, lawannya merupakan petahana Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan.

“Pak Ben (Benyamin) berpengalaman panjang dan jejaringkuat di birokrasi, menjabat Wakil Wali Kota Tangsel era Airin (Rachmi Diany) dan terakhir sebagai Wali Kota. Sementara Pilar didukung oleh jaringan dinasti politik dengan kekuatanfin­ansial yang besar,” ucap Zaki.

Menurut dia, dengan posisi masing-masing tersebut, petahanaBenyamin-Pilar cukup kuat di Kota Tangsel. Bahkan, sampai saat ini partai politik lain belum menemukan alternatif pasangan yang dapat menandingi duet petahana tersebut.

“Pak Ariza tokoh politik na­sional dan punya pengalaman di Senayan (DPR), bahkan Wagub DKI Jakarta. Tapi tidak banyak dikenal namanya di Tangerang Selatan. Jadi, potensi menang tampaknya berat,” ucap Zaki.

Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) Felia Primaresti, berpendapat, dipilihnya Marshel merupakan salah satu bentuk kegagalan par­tai dalam melakukan rekrutmen dan kaderisasi.

Baca juga : Djoker dan Alcaraz Jumpa Lagi

“Memilih non-kader untuk maju dalam kontestasi poli­tik sebenarnya sah-sah saja. Namun, proses menuju dipilih­nya kandidat tersebutlah yang menjadi penting,” ujar Felia, dalam keterangannya, Sabtu (13/7/2024).

Dia mengatakan, meskipun partai politik berkepentingan elektoral dan berorientasi un­tuk memenangkan kompetisi politik, seharusnya tetap bisa menjalankan mekanisme fit and proper test sebagai bentuk profesionalitas.

Pada dasarnya, kata Felia, fit and proper test bertujuan untuk menjaga sistem meritokrasi, serta sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada publik mengenai proses yang berlangsung di dalam partai politik.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 14 Juli 2024 dengan judul Pilwalkot Tangsel, Komika Marshel Makin Menguat

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.