Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Meski Partai Golkar dan PSI telah bertemu pada Kamis, (11/7/2024), Andy mengatakan, tidak ada pembicaraan secara khusus terkait duet Kaesang-Babah Alun. “Ide itu memang disampaikan Golkar dalam pertemuan, tapi tidak ada kesepakatan terkait usulan itu,” kata Andy Budiman, Sabtu (13/7/2024).
Andy juga menekankan, sampai saat ini Kaesang belum mengambil keputusan terkait rencana maju di Pilkada. Pihaknya, masih mencermati situasi politik dan mendengar aspirasi dari masyarakat. “Kita tidak akan terburu-buru,” pungkasnya.
Lalu bagaimana tanggapan Koalisi Indonesia Maju (KIM)? Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi menghormati, keputusan Golkar yang mengusung Babah Alun. Viva Yoga mengatakan, setiap parpol pasti ingin kadernya maju di Pilkada. Sama halnya dengan PAN yang menawarkan Zita Anzani sebagai Cawagub di Pilkada Jakarta.
Baca juga : Babah Alun: Saya Loyal Kepada Perintah Atasan
Namun, dia menekankan niat itu tidak bisa terwujud jika sendirian. Sebab, baik Golkar maupun PAN tidak punya kursi di DPRD Jakarta lebih dari 20 persen.
“Saat ini masih sebatas wacana, kondisi masih dinamis. Jadi kita tunggu putusan selanjutnya,” ungkapnya, semalam.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra juga menyambut baik, usulan Golkar karena setiap partai punya fungsi menghasilkan pimpinan di tingkat provinsi dan kota.
Baca juga : Andy Budiman: Tak Ada Kesepakatan Tentang Pilgub Jakarta
“Yang penting itu kandidatnya punya kapasitas dan kualitas untuk benahi kota Jakarta yang punya masalah cukup kompleks,” ujarnya, semalam.
Sementara pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin merasa elektabilitas Babah Alun dan Kaesang perlu dihitung lewat survei. Sebab, nama Kaesang sebelumnya sempat menjadi jawara survei di Jawa Tengah.
“Perlu dilihat apakah track record Babah Alun bisa mengerek elektabilitas Kaesang. Serta melihat 4 indikator lainnya yakni kualitas, elektabilitas, isi tas, dan akseptabilitas,” ujarnya.
Baca juga : 3 Hari Ngantor Di IKN, Menhub Beresin Kereta Otonom Dan Bandara
Dunia maya ikut ramai membahas pencalonan Kaesang-Babah Alun di Pilkada Jakarta. Mereka menyarankan agar Babah Alun yang terkenal sebagai filantropi muslim tidak terjun ke dunia politik praktis.
“Saya hormat dengan Babah, tapi sedih jika Babah Yusuf dijadikan vote getter dan simbol semata. Sehat terus Babah Alun. Salam takzim buat Bp. Yusuf Hamka my idol forever,” ujar @refkialfian. “Babah Alun namanya bagus di semua kalangan, jangan sampai politik mendegradasinya,” kata @DedenFitri.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 14 Juli 2024 dengan judul Babah Alun Mau Banget, Diduetkan Dengan Kaesang
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya