Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Hasil penilaian masyarakat itu didasarkan pada pengalaman kepemimpinan di daerah bagi bakal Calon gubernur. Di mana Nikson Nababan punya pengalaman dua periode sebagai Bupati Tapanuli utara, kemudian Edy Rahmayadi pengalaman satu periode memimpin Sumut, sedangkan Bobby Nasution baru satu periode menjabat sebagai Wali Kota Medan.
Pada simulasi head to head antara Nikson Nababan versus Bobby Nasution, hasilnya tingkat elektabilitas Nikson unggul hingga mencapai di angka 47,3 persen dan Bobby Nasution di angka 42,4 persen, serta tidak memilih 10,3 persen.
Pada simulasi head to head antara Edy Rahmayadi versus Bobby Nasution hasilnya angka keterpilihan Edy Rahmayadi mencapai 37,6 persen sedangkan Bobby Nasution 31,2 persen dan tidak memilih sebanyak 31,2 persen.
Zaeni mengatakan, survei PSI dilaksanakan pada 19-31 Juli 2024 itu dilakukan dengan menggunakan populasi masyarakat Sumatra Utara yang terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap di Pemilu 2024.
Baca juga : Survei Charta Politika: Andi Sumangerukka Unggul Di Pilkada Sultra
Responden dalam survei juga merupakan warga negara Indonesia di Sumatra Utara yang memiliki hak pilih dalam Pemilu, yakni mereka yang berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketika survei berlangsung.
Pengambilan sampel dengan metode multistage random sampling yang diikuti 1680 responden. Wawancara secara tatap muka dengan margin of error kurang lebih 2,38 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Zaeni menjelaskan, kesimpulan survei ini memperlihatkan korelasi identitas primordial kandidat dan pilihan pemilih di Sumatra Utara.
Dari hasil tabulasi survei terlihat jelas Bobby Nasution dalam head to head dengan Nikson Nababan menguasai Langkat, Binjai, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Batubara, Asahan, dan Tanjung Balai.
Baca juga : Ethereum Diprediksi Bakal Ungguli Bitcoin, Ini Alasannya
Sedangkan Nikson Nababan mayoritas dipilih oleh responden yang berkorelasi identitas primordial dengan sosok Nikson Nababan dengan menguasai suara di Kota Medan, Karo, Kabupaten Pematang Siantar, Samosir, Nias, Nias Utara, Nias Selatan, Nias Barat, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Dairi, Simalungun, dan Pakpak Bharat.
Sedangkan, suara untuk Edy Rahmayadi ketika head to head dengan Bobby Nasution lebih banyak menguasai daerah Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Binjai, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Batubara, Asahan, Tanjung Balai, Kabupaten Tapanuli Selatan, Padang Sidimpuan, Mandailing Natal, Labuhan Batu Utara, dan Labuhan Batu selatan.
Menurut Zaeni, penyebaran pilihan responden pada tiap nama calon gubernur tak lepas dari proporsi dan karakter masyarakat Sumatra Utara yang secara sosial terfragmentasi.
Penduduknya terbagi atas suku Jawa sebanyak 33,4 persen, Batak Toba 22,3 persen, dan Batak Mandailing 9,6 persen. Kemudian, Nias 7,1 persen, Melayu 6,1 persen, Batak Karo 5,5 persen, Angkola (4,1 persen), Tionghoa (2,7 persen), Minang (2,6 persen), Batak Simalungun (2,4 persen), Aceh (1,0 persen), Batak Pakpak (0,8 persen), dan suku lain sekitar 2,6 persen.
Baca juga : Lebaran Anak Yatim, Cagub Sumut Nikson Bagikan Santunan Di Majelis Ahlul Kirom
Dari sisi agama, tercatat 66 persen pemeluk Islam, 31,4 persen Kristen (Protestan/Katolik), dan 3 persen agama lain.
"Proporsi keragaman penduduk Sumatra Utara itu ternyata tersebar tidak merata dan menciptakan kantong etnisitas dan agama sebagai dasar bagi masyarakat untuk memilih calon Gubernurnya," ujar Zaeni.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya