Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kalahkan Petahana, Marci Kegou Unggul Di Survei Pilkada Nabire
Senin, 5 Agustus 2024 18:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) melakukan survei mengukur opini dan preferensi masyarakat Nabire, Papua menjelang Pilkada 2024.
Hasilnya, Ketua Komisi A DPRD Nabire Marci Kegou unggul dalam hasil survei ini bahkan mengalahkan petahana Bupati Nabire Mesak Magai sebagai petahana.
"Hasil top of mind pilihan para responden menunjukkan peluang besar bagi penantang petahana bupati. Di mana tingkat keterpilihan Mesak Magai sebagai petahana hanya dipilih sebanyak 21,3 persen kalah oleh Ketua Komisi A DPRD Nabire Marci Kegou yang dipilih sebanyak 27,1 persen," kata Direktur Eksekutif LKPI Togu Lubis dalam keteramgan tertulis, Senin (5/8/2024).
Kemudian, lanjut Togu, urutan ketiga Hugo Martinus Karubaba memperoleh tingkat keterpilihan sebesar 18,1 persen, keempat Ismail Djamaluddin 7,3 persen, kelima Evan Ibo 3,1 persen, keenam Oktovina Woromboni 1,3 persen, ketujuh Albert Kayame sebesar 1,1 persen, dan selebihnya 20,7 belum memilih.
Togu mengungkapkan, hasil survei tentang kepuasan publik terhadap Mesak Magai petahana Bupati Nabire, hanya mencapai 35,2 persen, tidak puas sebanyak 60,7 persen, serta yang tidak menjawab sebesar 4,1 persen.
Baca juga : Hasil Panel Survei Indonesia, Nikson Unggul Di Pilgub Sumut 2024
Menurutnya, angka ini mencerminkan kurangnya apresiasi masyarakat terhadap kinerjanya selama menjabat sebagai Bupati Nabire. Diungkapkan, alasan di balik rendahnya kepuasan masyarakat Nabire beragam, termasuk ketidakpuasan terhadap kebijakan yang diambil, kurangnya perbaikan infrastruktur, atau minimnya program yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Nabire.
"Ini masih menunjukkan bahwa lebih dari setengah masyarakat Nabire merasa tidak puas dengan kepemimpinan Mesak Magai. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti ekspektasi masyarakat yang tidak terpenuhi, atau mungkin masalah-masalah yang belum terselesaikan selama masa jabatannya," kata Togu.
Karena itu, lanjut Togu, data ini menggambarkan tantangan besar bagi tokoh-tokoh yang pernah menjabat untuk bersaing dalam Pilkada Nabire 2024. "Dengan tingkat kepuasan publik yang rendah, mereka akan menghadapi kesulitan dalam membangun kembali kepercayaan dan dukungan masyarakat," kata Togu.
Dijelaskan, tingkat kepuasan publik atau dikenal sebagai ”job approval rating” punya kekuatan prediktif elektoral yang sangat besar bagi Bupati Petahana. Hasil survei menemukan ada berbagai faktor yang mempengaruhi pilihan masyarakat dalam pemilihan ini, terutama kinerja dan rekam jejak kandidat.
"Mayoritas atau 47,3 persen responden menyatakan kinerja dan rekam jejak adalah faktor yang paling mempengaruhi mereka dalam memilih kepala daerah. Lalu 13,6 persen lebih mempertimbangkan visi-misi dan program dan 6,5 persen memilih berdasarkan kompetensi kandidat, dan sebanyak 32,6 persen didasarkan dari asal suku, agama, hingga gender kandidat," ujarnya.
Baca juga : Survei Charta Politika: Andi Sumangerukka Unggul Di Pilkada Sultra
Sambung Togu, hasil survei tingkat elektabilitas bakal Calon Bupati Pilkada Nabire 2024 menunjukkan tidak banyak berubah jika hanya dengan simulasi 4 nama bakal calon dengan mengunakan pertanyaan tertutup pada 1.400 responden.
Tepatnya dengan pertanyaan jika pilkada digelar hari ini nama mana yang akan bapak/ibu pilih sebagai Bupati Nabire? Hasilnya persentase tertinggi untuk tingkat keterpilihan yakni Marci Kegou sebesar 34,7 persen.
Sementara Mesak Magai 25,3 persen, Hugo Martinus Karubaba 17,8 persen, Ismail Djamaludin 9,1 persen, dan yang tidak memilih dan menjawab sebanyak 13,1 persen.
Sementara jika dilakukan simulasi head to head antara Marci Kegou versus Mesak Magai hasil survei menunjukkan tingkat keterpilihan Marci Kegou di angka 52,6 persen sedangkan Mesak Magai di angka 30,1 persen, dan tidak memilih sebanyak 17,3 persen.
Sedangkan jika disimulasikan head to head antara Marci Kegou dengan Hugo Martinus Karubaba hasilnya, Marci Kegou dipilih sebanyak 60,6 persen dan Hugo Martinus Karubaba dipilih sebanyak 26,8 persen, dan tidak memilih sebanyak 12,6 persen.
Baca juga : Program Bakti BCA Umumkan 4 Sekolah Binaan Baru, dari Bengkulu Hingga Papua Barat
Hasil survei ini dilaksanakan LKPI dengan sampel dari survei sebanyak 1.400 responden yang memiliki hak pilih dan tersebar di empat daerah pemilihan (Dapil). Tepatnya terdiri atas 26 Distrik/ Kampung secara proporsional bedasarkan data jumlah populasi daftar pemilih tetap Pemilu 2024 Kabupaten Nabire.
Togu menambahkan, koleksi data dilakukan pada 23 Juli hingga 1 Agustus 2024 secara online melalui data collection Survei Telkomsel. Pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling, dengan tingkat kesalahan (margin of error) sekitar -/+ 2,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Komposisi gender responden terdiri dari 54,7 persen laki-laki dan 45,3 perse perempuan. Sebagian besar responden berasal dari kalangan kelompok usia antara 17-25 tahun (44,4 persen), diikuti kelompok 26-50 tahun (39,8 persen) dan kelompok 51 tahun keatas (15,8 persen).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya