Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Survei LKPI
Warga Sumut Masih Pertimbangkan Agama Dan Etnis Di Pilkada 2024
Minggu, 11 Agustus 2024 21:52 WIB
Sebelumnya
Ketika dilakukan survei lebih mendalam mengenai alasan responden dalam menggunakan hak pilihnya top faktor pertama responden adalah karena memang akan mengunakan hak pilihnya sebanyak 49,6 persen.
Kemudian faktor kedua responden karena ada bakal calon yang dikenal 34,7 persen. Faktor ketiga adalah mengikuti imbauan Lemerintah daerah sebesar 10,6 persen, dan faktor lain-lain 5,1 persen.
Lebih lanjut, Togu mengungkapkan, demografi responden menurut suku dan etnis di Sumut di antaranya adalah sebanyak 24,84 persen, Tapanuli/Toba, 11,2 persen Mandailing, 5,9 persen Karo, 2,4 persen Simalungun, 0,7 persen Pakpak, 6,36 persen Nias, 5,8 persen Melayu, dan 2,7 persen Tionghoa.
Baca juga : Survei IPS: Mantan Sekdaprov Sultra Nur Endang Abbas Melejit Di Pilkada Kolaka
Ada 2,6 persen penduduk yang merupakan suku Minang dan 0,9 persen Aceh, suku atau etnis dari pulau Jawa mencapai 33,4 persen, dan sebanyak 3,2 persen etnis lainnya.
Kemudian, didasarkan pada agama responden beragama Islam persentasenya mencapai 63,2 persen. Selanjutnya sebanyak 26,6 persen dari Protestan, 7,3 persen Katolik, 2,4 persen Buddha, sebanyak 0,3 persen Kong Hu Cu, dan 0,2 persen Hindhu.
Hasil survei terkait tingkat elektabilitas bakal calon gubernur mempunyai hubungan yang signifikan dengan pertimbangan responden dalam memilih bakal cagub. Mayoritas responden, lanjut Togu, dalam memilih calon gubernur didasarkan pada pertimbangan kesamaan agama dan etnis dengan calon gubernurnya.
Baca juga : Ketum FPTI Yenny Bangga Veddriq Sumbang Emas Pertama Olimpiade 2024
Menurut Togu, hal ini dapat diartikan sangat jelas faktor agama dan suku etnis menjadi preferensi penting responden dalam memilih kepala daerah di Sumut.
"Selain itu, sebanyak 83,67 persen responden menginginkan pemimpin yang memiliki karakter jujur. Selain itu, dapat dipercaya dan anti korupsi," kata Togu.
Survei LKPI pada tanggal 30 Juli-7 Agustus 2024 itu dilakukan dengan populasi survei yang terdiri atas warga negara Indonesia di Provinsi Sumut yang memiliki hak pilih dalam pemilu. Yakni, mereka yang berusia 17 tahun hingga lebih atau sudah menikah ketika survei berlangsung.
Baca juga : Survei PSI: Duet Muhtarom-Makmur Tertinggi Di Pilkada Pekalongan 2024
Pengambilan sampel dengan metode multistage random sampling yang diikuti sebanyak 1800 responden. Wawancara secara tatap muka dengan margin of error sekitar kurang lebih 2,31 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya