Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ridwan Kamil (RK) sudah hampir pasti bertarung dalam pilkada Jakarta dengan dukungan Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan beberapa partai lainnya (KIM Plus).
Sementara, Anies Baswedan masih tampak kesulitan karena belum mendapat dukungan dari partai politik (parpol).
Menanggapi hal tersebut, Direktur Riset dan Komunikasi Lembaga Survei KedaiKOPI Ibnu Dwi Cahyo menilai bahwa situasi tersebut tak lepas dari lebih besarnya pertimbangan parpol dalam memberikan dukungan ke pertarungan pilkada ketimbang pemilu presiden-wakil presiden (pilpres) dan pemilu legislatif (pileg).
Apalagi, PKS merupakan pemenang pileg Jakarta, sehingga wajar ingin kadernya sendiri yang bertarung sebagai calon gubernur atau calon wakil gubernur.
Baca juga : PKB Final Bareng Gerindra Dukung Ridwan Kamil Di Jakarta
”Kan PKS sudah menawarkan Pak Anies untuk bergabung memakai jaket oranye atau jaket putih khas PKS. Sehingga nanti wakilnya bisa dari partai lain. Saya cukup sepakat dengan pendapatnya Mas Fahri (Hamzah) itu meski tidak mutlak, tetapi (tidak bergabung dengan partai politik) jadi salah satu faktor yang membuat Anies sulit untuk mendapatkan tiket maju di pilkada Jakarta,” kata Ibnu Dwi Cahyo di Jakarta, Minggu (18/8).
Meski berstatus pemenang pemilu di Jakarta, PKS memang tetap butuh koalisi untuk memastikan kadernya bisa berkontestasi dalam pilkada di Jakarta.
Karena itu, Ibnu menilai sangat masuk akal dan rasional bila PKS akhirnya batal mendukung Anies.
Mengingat, waktu pendaftaran sudah semakin dekat, dan sampai saat ini belum ada partai lain yang bersedia berkoalisi dengan PKS untuk mengusung pasangan Anies-Sohibul Iman (Aman).
Baca juga : Rene Manembu: Dewan Pakar Partai Golkar Mantap Dukung Bahlil Jadi Ketum
Ibnu menyebut, sangat disayangkan bila PKS tidak mengambil tawaran dari KIM yang notabene koalisi pemenang pilpres.
Sebab, selain sudah memiliki RK yang ditugaskan menjadi calon gubernur di Jakarta, KIM juga terbukti sebagai koalisi yang solid.
Bahkan, Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih dari KIM sudah membuktikan bahwa dirinya siap menerima siapa saja. Termasuk parpol yang tidak mendukungnya dalam pilpres.
”Tawaran yang ditawarkan oleh kubu Pak Prabowo itu lebih realistis. Bahkan langsung ditawari kader PKS jadi cawagub (calon wakil gubernur) RK, siapa yang nggak mau? Itu kalau nggak diambil sayang banget, karena nggak ada tawaran lain. Secara logis pasti diambil karena (PKS) dengan Anies juga belum tentu maju, belum ada partai yang mau koalisi. Itu tawaran yang rasional bagi PKS. Kecuali ada tawaran lain,” terang Ibnu.
Baca juga : Golkar Sudah Terlatih Menghadapi Badai Politik
Lain dengan Anies yang sejauh ini belum memutuskan masuk parpol, Ibnu menilai bahwa pilihan RK untuk berpartai dengan masuk Partai Golkar sudah tepat.
Apalagi Partai Golkar kini menjadi salah satu partai kuat setelah menduduki posisi kedua dalam pileg.
Kursi mereka di DPR juga naik signifikan. Termasuk kursi DPRD di beberapa daerah. Karena itu, tidak heran bila RK lebih mudah dapat tiket untuk maju dalam pilkada Jakarta.
”Jadi, pilihan RK untuk bergabung dengan Golkar kemarin itu sudah tepat. Entah dia nanti jadi di Jakarta atau tiba-tiba balik di Jawa Barat, tetapi kan nama dia itu sudah pasti maju. Katakanlah entah di Jakarta atau di Jawa Barat. karena dia kader partai, artinya Partai Golkar punya suara tinggi 102 kursi, RK maju kan membawa nama partai,” beber Ibnu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya