Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ngambek Di Koalisi Cirebon Guyub
PKS Tinggalkan PDIP, Demokrat Dan PPP
Rabu, 21 Agustus 2024 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) putar haluan dan memilih bergabung ke dalam Koalisi Maju Bersama (KMB) yang dibangun Partai NasDem, Partai Gerindra, PSI dan Partai Hanura di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Cirebon, Jawa Barat (Jabar) 2024.
PKS memutuskan meninggalkan Koalisi Cirebon Guyub (KCG) karena tidak kunjung menetapkan pasangan calon (paslon) dalam Pilwalkot Cirebon 2024. Padahal, koalisi yang digawangi PDIP, Partai Demokrat dan PPP, ditambah PKS sudah bisa mengusung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon.
Secara rinci, modal KCG berjumlah 8 dari 35 kursi di DPRD Kota Cirebon. PDIP 4 kursi, Demokrat 3 kursi dan PPP 1 kursi. Ditambah PKS 4 kursi. Tapi, karena tak kunjung diputuskan bakal calon wakil wali kota, PKS memutuskan hengkang dari KCG.
Di dalam koalisi baru itu, PKS itu bakal mengusung pasangan calon Wali Kota (Cawalkot) dan Calon Wakil Wali Kota (Cawawalkot) Cirebon, Eti Herawati-Suhendrik. Koalisi yang beranggotakan 5 partai ini mempunyai modal 15 kursi. Sehingga bisa mengusung paslon sendiri.
Ketua DPD PKS Kota Cirebon, Karso mengatakan, partainya telah resmi bergabung ke KMB sejak 17 Agustus 2024. Bahkan, partainya telah melakukan pertemuan dengan partai yang digawangi Partai Gerindra dan NasDem tersebut.
Baca juga : Komisi X Telusuri Distribusi 20 Persen Dana Pendidikan
“KMB merupakan koalisi yang paling siap untuk menghadapi Pilwalkot Cirebon 2024,” puji Karso dalam keterangannya, Selasa (20/8/2024).
Buktinya, kata Karso, pasangan cawalkot dan cawawalkot telah disiapkan oleh koalisi ini, yakni Eti Herawati-Suhendrik. Walaupun memang, kata dia, ada gonjang-ganjing yang menyebutkan Suhendrik belum mendapat rekomendasi dari Partai Gerindra.
“Gak masalah. Tapi, memang kehadiran PKS di KMB disambut baik partai-partai yang telah tergabung dalam koalisi tersebut,” katanya.
Karso menceritakan alasan di balik keputusan meninggalkan Koalisi Cirebon Guyub yang digalang PDIP. Dia mengenang, tiga bulan lalu sejumlah parpol yang tergabung dalam koalisi itu telah membahas figur yang bakal diusung untuk Pilwalkot Cirebon 2024.
Saat itu, kata dia, sempat ada beberapa nama yang diusulkan. Salah satunya, Penjabat (Pj) Wali Kota Cirebon, Agus Mulyadi. Namun, rencana itu buyar setelah Agus Mulyadi menyatakan tidak akan maju dalam Pilwalkot Cirebon. “Akhirnya kita sepakat mengambil yang ada untuk maju,” ucap dia.
Baca juga : APBN Lindungi Daya Beli Dan Stabilitas Ekonomi
Setelah itu, kata Karso, para pengurus partai di Koalisi Cirebon Guyub mulai membahas beberapa nama dari masing-masingpartai yang akan diusung di Pilwalkot Cirebon 2024. Antara lain, Fitria Pamungkaswati dari PDIP, Handarujati Kalamullah dari Demokrat dan Azrul dari PKS.
“Ada enam opsi pasangan. Di antaranya Azrul-Fitria, Fitria-Azrul, Azrul-Andru, Andru-Azrul, Andru-Fitria dan seterusnya,” sebut Karso
Kemudian, lanjut dia, Koalisi Cirebon Guyub mengerucutkan kepada dua nama. Yakni, Fitria Pamungkaswati dari PDIP dan Handarujati kalamullah dari Demokrat. Namun, dari dua nama itu, koalisi tetap belum menentukan figur yang akan diusung menjadi cawalkot dan cawawalkot.
Karso mengatakan, hingga beberapa pekan setelah batas waktu yang ditentukan oleh PKS, Koalisi Cirebon Guyub belum juga menentukan paslon yang akan diusung untuk Pilwalkot Cirebon 2024.
“Atas dasar itu, kami akhirnya memutuskan hengkang dari Koalisi Cirebon Guyub dan memilih bergabung dengan Koalisi Maju Bersama,” jelas Karso.
Baca juga : Inovasi SIG Bakal Jadi Role Model Konstruksi
Bagaimana tanggapan PDIP? Sekretaris DPC PDIP Kota Cirebon, Imam Yahya menghormati keputusan yang diambil oleh PKS yang memilih bergabung ke Koalisi Maju Bersama di Pilwalkot Cirebon.
“Memang hingga saat ini Koalisi Cirebon Guyub belum memutuskan soal paslon yang akan diusung di Pilwalkot Cirebon 2024,” ucap Imam dalam keterangannya, Selasa (20/8/2024).
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 21 Agustus 2024 dengan judul Ngambek Di Koalisi Cirebon Guyub, PKS Tinggalkan PDIP, Demokrat Dan PPP
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya