Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pilkada Jakarta
Jimly Sebut Duet Dharma-Kun Beri Publik Banyak Opsi
Rabu, 28 Agustus 2024 21:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie ikut menyoroti soal temuan adanya dugaan pencatutan dukungan terhadap pasangan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta jalur independen, yakni Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto.
Menurut Jimly, hal itu merupakan ranah penyelenggara Pemilu untuk melakukan verifikasi apakah memenuhi syarat atau tidak memenuhi persyaratan.
"Kalau itu hal biasa, karena nanti KPU bisa melakukan verifikasi. Seperti parpol saja, pasti akan dilakukan verifikasi juga kan," kata Jimly, Rabu (28/8/2024).
Baca juga : Pilkada Kotim, PDIP Dan Perindo Kembali Usung Halikinnor Dan Irawati
Oleh karenanya, Jimly menegaskan bahwa soal temuan dugaan pencatutan KTP warga Jakarta untuk dukungan pasangan calon independen, merupakan ranah dari KPU DKI Jakarta.
"Ini hanya masalah administrasi saja, dilakukan verifikasi oleh KPU dan Bawaslu nantinya," jelas dia.
Justru, mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini melihat kehadiran calon independen Dharma-Kun ini sangat bagus untuk ikut Pilkada DKI Jakarta pada November 2024.
Baca juga : DPR Berusaha Pulihkan Kepercayaan Rakyat
Sebab, kata dia, masyarakat diberi kesempatan untuk memilih kandidat yang tidak diusung dari partai politik.
"Saya melihat calon independen ini sangat bagus, hal ini untuk memberikan kesempatan untuk masyarakat dari luar, non partai politik," jelas Anggota DPD RI periode 2019-2024 ini.
Maka dari itu, Jimly mengajak semua pihak agar tidak khawatir dengan kehadiran Dharma-Kun sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta melalui jalur independen.
Baca juga : Jakarta Garden City Sabet Dua Penghargaan PropertyGuru Indonesia Property Awards 2024
Sebab, kata dia, keberadaan calon independen ini sejak 2005 untuk menghindari adanya kotak kosong.
"Jangan menjadikan sebuah ketakutan dengan calon independen, nanti juga masyarakat yang akan menentukan pilihannya. Sangat bagus karena sejak 2005 calon ini menjadi Keputusan MK untuk menghindari kotak kosong," tegas dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya